Memilih lanyard untuk karyawan sebenarnya tidak cukup hanya dengan melihat warna, bahan, atau desain yang paling bagus. Lanyard yang dipakai staff kantor belum tentu menjadi pilihan yang tepat untuk security, pekerja gudang, teknisi, atau karyawan yang setiap hari menggunakan kartu akses.
Alasannya sederhana. Cara setiap karyawan menggunakan ID card berbeda-beda. Ada yang hampir sepanjang hari hanya menggantungkan kartu di leher. Ada yang harus menunjukkan kartu berkali-kali, melakukan tap ke mesin akses, membuka kartu dari holder, atau bekerja sambil banyak bergerak. Perbedaan aktivitas tersebut akhirnya memengaruhi konfigurasi lanyard yang paling nyaman digunakan.
Karena itu, ketika perusahaan ingin membuat lanyard karyawan, sebaiknya jangan mulai dari pertanyaan “mau lanyard yang seperti apa?” tetapi dari pertanyaan “siapa yang akan memakai lanyard ini dan bagaimana mereka menggunakannya?”
Dari situ baru ditentukan ukuran, panjang, jenis kait, holder, hingga fitur tambahan yang memang diperlukan.
Kenapa Jenis Pekerjaan Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Lanyard?
Satu desain lanyard memang bisa saja digunakan oleh seluruh karyawan. Bahkan untuk perusahaan dengan kebutuhan identitas yang sederhana, cara ini justru praktis karena semua orang menggunakan standar yang sama.
Namun, persoalannya mulai muncul ketika aktivitas antarpegawai cukup berbeda. Karyawan administrasi yang bekerja di meja tentu mempunyai kebutuhan berbeda dengan security yang sering memeriksa identitas, atau pekerja warehouse yang terus bergerak mengambil dan memindahkan barang.
Kalau semua kebutuhan dipukul rata, ada kemungkinan lanyard memang tetap bisa dipakai, tetapi kurang nyaman atau kurang praktis untuk sebagian pengguna.
Lanyard bukan hanya bagian dari identitas perusahaan
Di satu sisi, lanyard memang berfungsi sebagai media untuk membawa ID card. Logo, nama perusahaan, warna brand, dan desain pada tali membuat identitas karyawan terlihat lebih konsisten.
Tetapi di sisi lain, lanyard juga menjadi benda yang dipakai langsung oleh karyawan selama beraktivitas. Artinya, faktor kenyamanan dan cara penggunaan tetap perlu diperhatikan.
Misalnya, perusahaan mempunyai karyawan yang harus menggunakan kartu akses beberapa kali dalam sehari. Untuk pengguna seperti ini, konfigurasi attachment yang memungkinkan kartu dilepas dengan mudah bisa menjadi pertimbangan.
Sementara untuk karyawan yang aktivitasnya relatif ringan, konfigurasi sederhana mungkin sudah cukup.
Jadi, pemilihan lanyard sebaiknya mengikuti kebutuhan pengguna, bukan sekadar mengikuti tampilan desain.
Mulai dari ID Card: Kartu Apa yang Akan Digantung?
Sebelum menentukan jenis lanyard, lihat dulu kartu yang akan digunakan.
Ini sering dianggap sepele. Padahal ukuran dan fungsi ID card akan berpengaruh terhadap holder yang digunakan, orientasi kartu, sampai jenis attachment yang paling praktis.
ID card untuk tanda pengenal biasa tentu berbeda kebutuhannya dengan kartu yang sekaligus digunakan sebagai access card. Begitu juga kartu yang harus sering dikeluarkan dari holder akan membutuhkan pertimbangan berbeda dibanding kartu yang hampir tidak pernah dilepas.
Perhatikan ukuran ID card
Langkah pertama adalah mengetahui ukuran kartu yang digunakan perusahaan.
Jangan langsung membeli holder hanya karena bentuknya terlihat sesuai. Pastikan ukuran holder memang kompatibel dengan kartu yang digunakan. Kalau perusahaan mempunyai beberapa jenis kartu, sebaiknya data tersebut dipisahkan terlebih dahulu.
Contohnya, perusahaan mungkin memiliki:
- ID card karyawan tetap
- ID card tenaga kontrak
- kartu akses gedung
- kartu visitor
- kartu anggota
- kartu identitas dengan ukuran khusus
Kalau semua menggunakan ukuran yang sama, proses standarisasi tentu lebih mudah. Tetapi jika berbeda, konfigurasi lanyard dan holder perlu direncanakan dengan lebih teliti.
Perhatikan orientasi ID card
ID card bisa digunakan dalam posisi portrait maupun landscape. Bentuk ini nantinya berhubungan dengan bagaimana kartu dipasang pada holder dan bagaimana kartu terlihat ketika digantung.
Untuk kartu portrait, konfigurasi holder dan attachment sebaiknya membuat kartu tetap berada pada posisi yang mudah dibaca. Begitu juga kartu landscape, terutama jika informasi penting pada kartu memang disusun secara horizontal.
Jangan sampai desain lanyard sudah terlihat bagus, tetapi ketika dipakai kartu justru sering berputar atau posisinya tidak nyaman untuk dilihat.
Apakah kartu sering dilepas?
Ini pertanyaan yang cukup penting.
Kalau ID card hanya berfungsi sebagai tanda pengenal dan hampir selalu dibiarkan menggantung, konfigurasi sederhana biasanya sudah memadai.
Tetapi jika kartu harus dilepas untuk melakukan akses, tap, verifikasi, atau keperluan tertentu, kebutuhan attachment-nya menjadi berbeda.
Semakin sering kartu perlu dilepas atau digunakan, semakin penting mempertimbangkan kemudahan attachment dan holder.
Cara Memilih Lanyard Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Setelah memahami ID card yang digunakan, berikutnya lihat aktivitas penggunanya.
Tidak harus setiap jenis pekerjaan mempunyai lanyard yang berbeda. Justru yang lebih penting adalah mencari pola aktivitas yang sama. Beberapa kelompok karyawan mungkin bisa menggunakan konfigurasi lanyard yang sama meskipun jabatan mereka berbeda.
1. Karyawan kantor dan administrasi
Untuk staff kantor yang sebagian besar bekerja di meja, ruang meeting, atau area kantor, kebutuhan lanyard biasanya relatif sederhana.
ID card lebih banyak berfungsi sebagai identitas dan mungkin sesekali digunakan untuk akses ruangan. Karena aktivitas fisiknya tidak terlalu tinggi, fokus utama biasanya berada pada kenyamanan, tampilan, dan kesesuaian dengan identitas perusahaan.
Untuk kelompok ini, perusahaan bisa memprioritaskan:
- lanyard yang nyaman dipakai dalam waktu lama
- ukuran yang proporsional
- desain yang sesuai brand perusahaan
- holder yang sesuai ukuran ID card
- attachment standar jika kartu jarang dilepas
Tidak perlu menambahkan fitur yang sebenarnya tidak digunakan hanya supaya spesifikasinya terlihat lebih lengkap.
2. Front office dan customer service
Front office mempunyai kebutuhan yang sedikit berbeda.
ID card biasanya perlu terlihat jelas karena karyawan berinteraksi langsung dengan pelanggan, tamu, atau pengunjung. Posisi kartu menjadi lebih penting karena identitas harus mudah dikenali.
Untuk pengguna seperti ini, perhatikan kombinasi antara tampilan lanyard, posisi kartu, holder, dan keterbacaan identitas.
Desain lanyard yang terlalu ramai misalnya, bisa membuat tampilan identitas terlihat kurang profesional. Sebaliknya, desain yang konsisten dengan corporate identity dapat membantu memberikan kesan yang lebih rapi.
3. Security
Security termasuk kelompok yang aktivitasnya cukup berbeda dengan staff kantor.
Mereka bisa banyak berdiri, berjalan, melakukan pemeriksaan, dan berinteraksi dengan orang yang membutuhkan verifikasi identitas. ID card juga mungkin perlu diperlihatkan atau diakses lebih sering.
Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan desain tali. Perhatikan juga holder dan attachment yang digunakan.
Jika kartu perlu sering ditunjukkan atau dilepas, konfigurasi yang memudahkan penggunaan akan lebih masuk akal daripada sekadar menggunakan konfigurasi standar.
4. Pekerja warehouse dan logistik
Karyawan warehouse biasanya lebih banyak bergerak dibanding staff kantor. Mereka dapat berjalan, membungkuk, mengangkat barang, berpindah lokasi, atau bekerja di area yang berbeda.
Untuk kelompok ini, pertimbangannya bukan hanya bagaimana lanyard terlihat, tetapi juga bagaimana ID card berperilaku saat pengguna bergerak.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- kenyamanan lanyard saat dipakai bergerak
- posisi ID card
- jenis attachment
- risiko kartu mudah terlepas
- kebutuhan untuk melepas kartu
- kondisi lingkungan kerja
Kalau aktivitas pengguna cukup tinggi, konfigurasi lanyard sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan tampilan katalog.
5. Pekerja produksi
Pekerja produksi perlu mendapatkan perhatian khusus karena lingkungan kerja dan aktivitasnya bisa berbeda jauh dengan lingkungan kantor.
Ada area yang membutuhkan banyak pergerakan, penggunaan peralatan, atau prosedur keselamatan tertentu. Karena itu, perusahaan perlu melihat terlebih dahulu aturan keselamatan di area kerja tersebut sebelum menentukan konfigurasi lanyard.
Untuk kondisi tertentu, fitur seperti safety breakaway dapat menjadi pertimbangan. Namun fitur keselamatan tidak sebaiknya dipilih hanya karena terlihat lebih canggih. Kebutuhannya harus disesuaikan dengan aktivitas dan lingkungan kerja.
6. Teknisi dan pekerja lapangan
Teknisi, maintenance, atau pekerja lapangan biasanya berpindah tempat lebih banyak.
Mereka bisa bekerja dari satu area ke area lain, memasuki ruang tertentu, menggunakan kartu akses, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan banyak gerakan.
Karena itu, kombinasi lanyard dan attachment perlu dibuat lebih praktis.
Pertanyaan yang perlu dijawab misalnya:
Apakah ID card harus selalu menggantung? Apakah harus sering dilepas? Apakah harus digunakan untuk akses? Apakah ada kondisi tertentu ketika kartu sebaiknya dilepaskan dari leher?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan membantu menentukan konfigurasi yang lebih tepat.
7. Karyawan yang menggunakan access card
Ini salah satu contoh paling jelas bahwa fungsi kartu memengaruhi pilihan lanyard.
Karyawan mungkin harus melakukan tap kartu ketika masuk gedung, memasuki ruangan tertentu, menggunakan lift, atau mengakses area khusus. Kalau kartu harus diambil dari posisi menggantung setiap kali digunakan, prosesnya bisa terasa merepotkan.
Dalam kondisi seperti ini, perusahaan dapat mempertimbangkan konfigurasi yang membuat kartu lebih mudah digunakan.
Misalnya, kombinasi holder dan attachment yang memungkinkan kartu dilepas dengan praktis, tergantung sistem kartu akses dan kebutuhan perusahaan.
Jadi jangan berhenti pada pertanyaan “lanyard apa yang bagus?”.
Pertanyaannya berubah menjadi:
“Bagaimana karyawan menggunakan kartu ini setiap hari?”
Dari sinilah pilihan konfigurasi mulai lebih jelas.
Menentukan Lebar Lanyard: 1,5 cm, 2 cm, atau Lebih Lebar?
Lebar lanyard biasanya dipertimbangkan dari dua sisi: kenyamanan dan tampilan branding.
Lanyard yang lebih lebar memberikan area visual yang lebih besar untuk desain, sementara ukuran yang lebih kecil dapat memberikan tampilan yang lebih ringan. Tetapi keputusan akhirnya tetap perlu melihat siapa penggunanya dan bagaimana lanyard tersebut dipakai.
Untuk kebutuhan perusahaan, jangan memilih ukuran hanya karena terlihat bagus pada mockup. Lihat juga bagaimana tampilannya ketika benar-benar dikenakan bersama ID card.
Misalnya, jika perusahaan menginginkan logo dan nama brand terlihat jelas, area cetak menjadi pertimbangan. Namun jika prioritasnya adalah tampilan yang lebih ringan, ukuran yang terlalu lebar mungkin tidak diperlukan.
Jangan menentukan ukuran tanpa melihat desain
Ada satu hal yang sering terlewat: ukuran lanyard dan desain saling berkaitan.
Logo yang terlihat bagus pada lanyard lebar belum tentu terlihat sama ketika dipindahkan ke lanyard yang lebih sempit.
Begitu juga tulisan yang terlalu kecil dapat kehilangan keterbacaan ketika lanyard sudah diproduksi.
Karena itu, ukuran sebaiknya diputuskan bersama dengan desain dan kebutuhan pengguna, bukan secara terpisah.
Menentukan Panjang Lanyard agar ID Card Nyaman Digunakan
Panjang lanyard juga berpengaruh terhadap posisi ID card ketika digunakan.
Tujuannya bukan sekadar membuat kartu bisa menggantung, tetapi memastikan kartu berada pada posisi yang nyaman dan mudah digunakan.
Kalau terlalu pendek, kartu bisa terasa terlalu tinggi. Kalau terlalu panjang, kartu bisa berada terlalu rendah dan kurang praktis ketika harus dibaca atau digunakan untuk akses.
Untuk itu, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan:
- tinggi dan posisi pemakai
- ukuran ID card
- cara membaca kartu
- apakah kartu sering diakses
- apakah kartu digunakan untuk tap
- aktivitas pengguna
Tidak perlu mencari satu ukuran yang dianggap paling benar untuk semua kondisi. Yang lebih penting adalah menemukan konfigurasi yang paling sesuai dengan mayoritas pengguna.
Memilih Kait atau Attachment Sesuai Aktivitas
Kait sering dianggap hanya sebagai bagian kecil dari lanyard. Padahal justru bagian ini yang menghubungkan tali dengan ID card atau holder.
Untuk penggunaan standar, attachment sederhana mungkin sudah cukup.
Namun kebutuhan akan berubah jika ID card harus sering dilepas. Dalam kondisi tersebut, perusahaan perlu mempertimbangkan attachment yang mendukung aktivitas tersebut.
Kapan menggunakan attachment yang mudah dilepas?
Kalau karyawan hanya menggantung ID card sepanjang hari, fitur tambahan mungkin tidak terlalu dibutuhkan.
Sebaliknya, jika kartu harus digunakan berkali-kali untuk akses, verifikasi, atau keperluan operasional, kemudahan melepas kartu bisa memberikan manfaat nyata.
Prinsipnya sederhana:
Semakin sering kartu digunakan secara aktif, semakin penting kemudahan akses terhadap kartu.
Jangan Lupakan Holder ID Card
Lanyard sebenarnya hanya satu bagian dari sistem identitas.
Ada tali, attachment, holder, dan kartu. Semuanya harus kompatibel.
Bayangkan perusahaan sudah memilih lanyard dengan desain yang bagus, tetapi holder terlalu sempit. Atau attachment sudah sesuai, tetapi posisi kartu tidak nyaman ketika digunakan.
Karena itu, ketika melakukan pengadaan, sebaiknya jangan mengevaluasi komponen secara terpisah.
Kombinasikan lanyard, holder, dan ID card
Cara paling sederhana adalah membuat konfigurasi berdasarkan kebutuhan pengguna.
| Jenis pengguna | Prioritas utama | Konfigurasi yang perlu dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Staff kantor | Nyaman dan rapi | Lanyard + holder standar |
| Front office | Identitas mudah terlihat | Lanyard + holder yang menjaga posisi kartu |
| Security | Mudah menunjukkan identitas | Lanyard + attachment praktis |
| Warehouse | Banyak bergerak | Lanyard + attachment sesuai aktivitas |
| Produksi | Aktivitas fisik | Lanyard + konfigurasi sesuai aturan keselamatan |
| Teknisi | Mobilitas tinggi | Lanyard + attachment praktis |
| Access card user | Sering menggunakan kartu | Holder + attachment yang mudah digunakan |
Tabel tersebut bukan berarti setiap perusahaan harus mempunyai tujuh jenis lanyard berbeda.
Justru sebaliknya. Kelompokkan pengguna yang mempunyai aktivitas serupa, lalu buat standar konfigurasi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Tidak Semua Karyawan Harus Menggunakan Spesifikasi yang Berbeda
Ini penting untuk perusahaan yang mempunyai banyak karyawan.
Membaca artikel seperti ini jangan sampai membuat perusahaan berpikir bahwa setiap divisi harus memiliki lanyard sendiri.
Tidak selalu begitu.
Kalau aktivitas beberapa kelompok karyawan sama, satu konfigurasi bisa digunakan bersama. Misalnya staff HR, finance, marketing, dan administrasi mungkin mempunyai kebutuhan yang hampir sama karena sebagian besar bekerja di lingkungan kantor.
Yang berbeda mungkin hanya desain identitas atau kode divisinya, bukan spesifikasi fisik lanyard.
Dengan pendekatan seperti ini, perusahaan tetap bisa menjaga standarisasi sekaligus efisiensi pengadaan.
Checklist Memilih Lanyard untuk Karyawan
Sebelum melakukan pemesanan, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
Tentang pengguna:
- Siapa yang akan menggunakan lanyard?
- Apakah mereka bekerja di kantor, lapangan, warehouse, produksi, atau area lainnya?
- Apakah aktivitas mereka banyak bergerak?
Tentang ID card:
- Berapa ukuran ID card?
- Portrait atau landscape?
- Apakah kartu merupakan access card?
- Seberapa sering kartu perlu dilepas?
Tentang lanyard:
- Lebar berapa yang sesuai?
- Berapa panjang yang nyaman?
- Material apa yang sesuai?
- Bagaimana desain brand akan diterapkan?
Tentang attachment:
- Apakah menggunakan kait standar?
- Apakah kartu perlu mudah dilepas?
- Apakah membutuhkan quick release?
- Apakah ada kebutuhan keselamatan khusus?
Kalau semua pertanyaan tersebut sudah dijawab, proses memilih lanyard biasanya menjadi jauh lebih mudah.
Cara Memesan Lanyard Karyawan yang Sesuai Kebutuhan
Setelah kebutuhan pengguna sudah dipetakan, barulah masuk ke tahap pemesanan.
Jangan langsung mengirim pesan kepada vendor hanya dengan informasi:
“Mau pesan lanyard 500 pcs.”
Informasi seperti itu belum cukup untuk menentukan produk yang tepat.
Lebih baik siapkan data dasarnya terlebih dahulu: jumlah kebutuhan, ukuran ID card, jenis pekerjaan pengguna, desain yang diinginkan, ukuran lanyard, attachment, holder, dan apakah ada kebutuhan khusus.
Dengan brief yang lebih jelas, vendor juga dapat memberikan rekomendasi yang lebih relevan.
Untuk kebutuhan perusahaan yang memiliki beberapa kelompok pengguna, Anda juga bisa memisahkan kebutuhan tersebut sejak awal. Misalnya:
500 pcs untuk staff kantor
50 pcs untuk security
30 pcs untuk teknisi
Tidak berarti ketiganya pasti harus menggunakan spesifikasi berbeda. Tetapi dengan memisahkan kebutuhan berdasarkan aktivitas, perusahaan dapat mengevaluasi apakah memang perlu dibedakan atau cukup menggunakan satu standar.
Kesimpulan: Pilih Lanyard Berdasarkan Cara Dipakai, Bukan Hanya Bentuknya
Pada akhirnya, memilih lanyard karyawan tidak harus rumit.
Prinsipnya adalah mulai dari penggunanya.
Cari tahu pekerjaan mereka, bagaimana aktivitasnya, bagaimana ID card digunakan, apakah kartu sering dilepas, apakah digunakan sebagai access card, kemudian tentukan konfigurasi lanyard yang paling masuk akal.
Untuk staff kantor, kenyamanan dan tampilan mungkin menjadi prioritas. Untuk security, kemudahan menunjukkan identitas bisa lebih penting. Untuk pekerja lapangan atau warehouse, aktivitas dan mobilitas perlu lebih diperhatikan. Sedangkan pengguna access card membutuhkan konfigurasi yang membuat kartu mudah digunakan.
Jadi, sebelum menentukan desain dan jumlah pesanan, buat dulu pemetaan sederhana:
Jenis pekerjaan → aktivitas pengguna → jenis ID card → holder → attachment → spesifikasi lanyard.
Dengan cara ini, lanyard yang dipilih bukan hanya terlihat bagus sebagai bagian dari identitas perusahaan, tetapi juga benar-benar sesuai dengan cara karyawan menggunakannya setiap hari.
Untuk kebutuhan lanyard karyawan, Anda dapat melihat pilihan lanyard custom IndoLanyard dan menyesuaikan spesifikasinya dengan kebutuhan ID card serta aktivitas pengguna.
Memilih Lanyard untuk Karyawan Tidak Harus Berdasarkan Jabatan
Ada satu hal yang sering membuat pengadaan lanyard perusahaan menjadi terlalu rumit, yaitu menganggap setiap jabatan membutuhkan lanyard yang berbeda. Padahal, yang lebih penting sebenarnya bukan nama jabatan, melainkan aktivitas yang dilakukan oleh pemakainya.
Dua karyawan dengan jabatan berbeda bisa saja mempunyai kebutuhan lanyard yang sama. Misalnya staff HR dan staff finance sama-sama bekerja di ruangan kantor, jarang melakukan aktivitas fisik berat, dan ID card hanya digunakan sebagai identitas serta akses masuk gedung. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada alasan kuat untuk membuat konfigurasi lanyard yang berbeda.
Sebaliknya, dua orang dengan jabatan yang masih berada dalam satu perusahaan bisa membutuhkan konfigurasi berbeda jika aktivitas mereka berbeda. Misalnya seorang supervisor yang sebagian besar bekerja di kantor dibandingkan teknisi yang setiap hari berpindah-pindah area.
Jadi, daripada membuat kategori berdasarkan jabatan, lebih efektif membuat kategori berdasarkan pola penggunaan.
Kelompokkan karyawan berdasarkan aktivitas
Perusahaan dapat membuat pengelompokan sederhana seperti:
| Kelompok pengguna | Karakter aktivitas | Fokus utama |
|---|---|---|
| Office staff | Aktivitas relatif ringan | Kenyamanan dan tampilan |
| Frontliner | Banyak bertemu orang | Tampilan dan keterbacaan ID |
| Access card user | Sering melakukan tap | Kemudahan akses kartu |
| Security | Banyak berdiri, berjalan, dan memeriksa identitas | Attachment dan kepraktisan |
| Warehouse | Banyak bergerak | Stabilitas dan kenyamanan |
| Produksi | Aktivitas fisik | Keselamatan dan kepraktisan |
| Teknisi/lapangan | Mobilitas tinggi | Fleksibilitas dan keamanan |
Pengelompokan seperti ini jauh lebih mudah digunakan ketika perusahaan harus menentukan spesifikasi lanyard dalam jumlah besar.
Bagaimana Jika Satu Perusahaan Memiliki Banyak Jenis Karyawan?
Perusahaan besar biasanya memiliki persoalan yang sedikit berbeda. Jumlah karyawannya banyak, tetapi aktivitasnya tidak seragam.
Misalnya ada kantor pusat, gudang, pabrik, security, customer service, hingga teknisi lapangan. Kalau semuanya langsung dibuatkan lanyard berbeda, pengadaan bisa menjadi lebih rumit. Jumlah SKU bertambah, desain bertambah, proses approval bertambah, dan risiko kesalahan produksi juga meningkat.
Karena itu, standarisasi tetap diperlukan.
Caranya bukan dengan memaksa semua orang menggunakan spesifikasi yang sama, tetapi dengan mencari kelompok kebutuhan yang bisa disatukan.
Gunakan prinsip “standar sebanyak mungkin, pengecualian seperlunya”
Misalnya setelah melakukan pemetaan, ternyata 80% karyawan adalah staff kantor dan mempunyai pola penggunaan yang sama.
Kelompok tersebut bisa menggunakan satu standar lanyard.
Sementara 20% sisanya memiliki kebutuhan khusus. Dari kelompok tersebut mungkin hanya security dan teknisi yang benar-benar membutuhkan konfigurasi berbeda.
Dengan begitu perusahaan tidak perlu mempunyai terlalu banyak variasi.
Pendekatan ini memberikan dua keuntungan sekaligus. Dari sisi pengguna, lanyard tetap sesuai kebutuhan. Dari sisi procurement, pengadaan tetap lebih sederhana.
Kapan Lanyard Staff Kantor Cukup Menggunakan Konfigurasi Standar?
Untuk karyawan yang bekerja di lingkungan kantor dengan aktivitas normal, konfigurasi standar biasanya sudah cukup.
ID card umumnya dipakai sebagai tanda pengenal dan akses masuk. Setelah berada di area kerja, kartu mungkin hanya menggantung di leher sepanjang hari.
Dalam kondisi seperti ini, perusahaan lebih baik memprioritaskan kenyamanan dan tampilan daripada menambahkan terlalu banyak aksesori.
Yang perlu diperhatikan antara lain:
- lebar lanyard yang nyaman;
- panjang lanyard yang proporsional;
- holder sesuai ukuran ID card;
- attachment yang sesuai;
- desain yang mengikuti identitas perusahaan.
Tidak perlu menggunakan fitur tambahan jika memang tidak ada aktivitas yang membutuhkannya.
Justru semakin sederhana konfigurasi yang digunakan, semakin mudah pula perusahaan melakukan pengadaan ulang dengan spesifikasi yang sama.
Bagaimana dengan Karyawan yang Sering Menggunakan Kartu Akses?
Nah, di sinilah kebutuhan mulai berbeda.
Ada karyawan yang mungkin harus menggunakan kartu akses berkali-kali dalam sehari. Mereka harus melakukan tap ketika masuk gedung, masuk ruangan tertentu, menggunakan lift, atau melewati area yang mempunyai kontrol akses.
Kalau setiap kali melakukan akses kartu harus dilepas dari holder dengan cara yang merepotkan, hal kecil seperti ini bisa menjadi gangguan berulang sepanjang hari.
Untuk kelompok tersebut, perusahaan perlu melihat bagaimana kartu digunakan, bukan hanya bagaimana kartu digantung.
Pertimbangkan attachment yang mendukung aktivitas
Jika kartu harus sering digunakan secara aktif, attachment yang memungkinkan kartu lebih mudah digunakan dapat menjadi pertimbangan.
Dalam beberapa kebutuhan, konfigurasi seperti quick release bisa lebih praktis. Kartu dapat dilepas ketika diperlukan tanpa harus melepas seluruh lanyard dari leher.
Namun, bukan berarti setiap access card otomatis membutuhkan quick release.
Pertimbangannya tetap kembali kepada cara kerja pengguna. Jika mesin akses berada tepat di depan pengguna dan kartu bisa ditap tanpa perlu dilepas, fitur tersebut mungkin tidak terlalu penting.
Jadi prinsipnya:
Fitur tambahan dipilih karena ada kebutuhan penggunaan, bukan karena spesifikasinya terlihat lebih lengkap.
Lanyard untuk Security Tidak Selalu Sama dengan Lanyard Staff Kantor
Security merupakan contoh pekerjaan yang menunjukkan kenapa pemilihan lanyard sebaiknya melihat aktivitas.
Security dapat berjalan dalam waktu lama, berpindah posisi, melakukan pemeriksaan, berinteraksi dengan pengunjung, dan perlu menunjukkan identitas pada situasi tertentu.
ID card juga biasanya mempunyai fungsi yang lebih aktif dibandingkan ID card staff yang hanya digunakan sebagai identitas.
Karena itu, ketika memilih lanyard untuk security, perhatikan kombinasi tali, holder, dan attachment.
Jika kartu harus sering ditunjukkan, holder sebaiknya mudah digunakan. Jika pengguna banyak bergerak, posisi kartu juga perlu diperhatikan agar tidak terus-menerus mengganggu aktivitas.
Jangan hanya mengganti desainnya
Kesalahan yang cukup umum adalah membuat lanyard security hanya berbeda dari staff kantor dari sisi warna atau tulisan.
Padahal kalau aktivitasnya berbeda, perusahaan seharusnya terlebih dahulu mengevaluasi apakah konfigurasi fisiknya juga perlu dibedakan.
Misalnya:
Staff kantor:
Lanyard → holder → ID card
Security:
Lanyard → attachment yang lebih praktis → holder → ID card
Perbedaannya mungkin kecil, tetapi dapat memberikan pengalaman penggunaan yang berbeda.
Bagaimana Memilih Lanyard untuk Pekerja Warehouse?
Pekerja warehouse mempunyai karakter aktivitas yang lebih dinamis.
Mereka dapat berjalan, membungkuk, mengambil barang, memindahkan barang, naik turun area tertentu, dan melakukan pekerjaan yang membuat tubuh lebih banyak bergerak dibandingkan staff kantor.
Dalam situasi seperti ini, ID card tidak hanya harus mudah terlihat. Kartu juga perlu tetap terpasang dengan baik dan tidak terlalu mengganggu aktivitas.
Karena itu, perusahaan sebaiknya memperhatikan:
- Posisi ID card
- Panjang lanyard
- Jenis attachment
- Kenyamanan saat bergerak
- Kondisi lingkungan kerja
Kalau warehouse mempunyai aturan keselamatan khusus, aturan tersebut tentu harus menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan konfigurasi lanyard.
Bagaimana dengan Pekerja Produksi?
Untuk area produksi, pendekatannya bahkan harus lebih hati-hati.
Setiap lingkungan produksi memiliki karakter yang berbeda. Ada yang menggunakan mesin, peralatan bergerak, conveyor, atau area kerja yang mempunyai prosedur keselamatan tertentu.
Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menentukan lanyard hanya berdasarkan kebiasaan penggunaan di kantor.
Pertimbangkan aspek keselamatan terlebih dahulu
Pada kondisi tertentu, fitur keselamatan seperti safety breakaway dapat dipertimbangkan.
Fungsi utamanya bukan untuk membuat lanyard terlihat lebih premium, tetapi untuk mendukung kondisi penggunaan tertentu.
Namun keputusan tersebut tetap harus mengikuti prosedur keselamatan perusahaan dan karakter area kerja.
Artinya, jangan membuat keputusan:
“Semua pekerja produksi harus menggunakan safety breakaway.”
Sebelum itu, lihat dulu kondisi pekerjaan dan aturan keselamatan yang berlaku.
Hal ini juga membuat proses pengadaan menjadi lebih rasional karena setiap fitur mempunyai alasan penggunaannya.
Lanyard untuk Teknisi dan Pekerja Lapangan
Teknisi biasanya mempunyai tingkat mobilitas yang tinggi.
Mereka dapat berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, masuk ke area tertentu, melakukan pemeriksaan, membawa peralatan, atau bekerja dalam posisi yang tidak selalu sama.
Karena itu, kenyamanan menjadi lebih penting.
Lanyard yang terasa baik ketika seseorang duduk di meja belum tentu terasa sama ketika dipakai berjalan dan bekerja selama berjam-jam.
Fokus pada aktivitas, bukan sekadar spesifikasi
Untuk pekerja lapangan, tanyakan:
- Apakah ID card harus selalu terlihat?
- Apakah kartu digunakan sebagai access card?
- Apakah kartu harus sering dilepas?
- Apakah pengguna banyak membungkuk atau bergerak?
- Apakah lingkungan kerja mempunyai aturan keselamatan tertentu?
- Apakah ada risiko lanyard tersangkut pada aktivitas kerja?
Jawaban dari pertanyaan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan konfigurasi.
Dengan cara ini, perusahaan tidak membeli fitur yang tidak diperlukan dan justru bisa lebih fokus pada kebutuhan yang benar-benar dirasakan oleh pengguna.
Bagaimana Menentukan Panjang Lanyard untuk Berbagai Jenis Pekerjaan?
Panjang lanyard sering dianggap sebagai spesifikasi sederhana. Padahal posisi ID card sangat dipengaruhi oleh panjang tali dan cara lanyard digunakan.
Untuk staff kantor, ID card mungkin cukup berada pada posisi yang mudah terlihat.
Untuk pekerja yang banyak bergerak, posisi kartu perlu diperhatikan lebih jauh. Jangan sampai kartu terlalu rendah sehingga mengganggu, atau terlalu tinggi sehingga sulit dibaca dan digunakan.
Karena itu, panjang lanyard sebaiknya dipertimbangkan bersama dengan tinggi pengguna, ukuran kartu, holder, dan aktivitas.
Tidak ada satu panjang yang otomatis paling cocok untuk semua pekerjaan.
Memilih Holder Berdasarkan Cara ID Card Digunakan
Holder juga tidak boleh dipisahkan dari pembahasan lanyard.
Ukuran ID card harus sesuai dengan holder, tetapi selain ukuran, perusahaan perlu melihat bagaimana kartu digunakan sehari-hari.
Kalau kartu hanya menjadi tanda pengenal, holder standar mungkin sudah cukup.
Kalau kartu sering dikeluarkan, dipindahkan, atau digunakan untuk akses, kemudahan mengambil kartu menjadi lebih penting.
Jangan memilih holder hanya berdasarkan tampilannya
Holder transparan memang populer karena informasi pada kartu dapat terlihat jelas. Tetapi kebutuhan perusahaan bisa berbeda.
Yang perlu diperhatikan adalah:
Ukuran kartu → cara kartu digunakan → seberapa sering dilepas → jenis attachment → konfigurasi lanyard.
Dengan urutan seperti itu, keputusan menjadi lebih logis daripada memilih holder terlebih dahulu kemudian mencari lanyard yang cocok.
Jadi, Bagaimana Cara Menentukan Spesifikasi yang Tepat?
Kalau seluruh pembahasan tadi diringkas, proses pemilihannya sebenarnya bisa dibuat menjadi sebuah alur sederhana:
1. Tentukan siapa penggunanya
Apakah staff kantor, security, warehouse, produksi, teknisi, atau pengguna access card?
2. Identifikasi aktivitasnya
Apakah lebih banyak duduk, berjalan, bergerak, melakukan pemeriksaan, atau menggunakan kartu berkali-kali?
3. Identifikasi fungsi ID card
Apakah hanya sebagai identitas atau juga sebagai kartu akses?
4. Tentukan kebutuhan holder
Sesuaikan dengan ukuran dan orientasi ID card.
5. Tentukan attachment
Gunakan attachment standar jika cukup. Pertimbangkan fitur tambahan jika memang ada kebutuhan penggunaan.
6. Baru tentukan spesifikasi lanyard
Mulai dari lebar, panjang, material, desain, dan kebutuhan printing.
Dengan urutan ini, perusahaan tidak perlu menerka-nerka spesifikasi dari awal.
Satu Lanyard untuk Semua Karyawan atau Beberapa Spesifikasi?
Jawabannya tergantung pada kondisi perusahaan.
Kalau aktivitas semua karyawan relatif sama, satu standar lanyard justru lebih efisien.
Tetapi jika terdapat perbedaan aktivitas yang signifikan, beberapa konfigurasi bisa lebih masuk akal.
Misalnya perusahaan dapat memiliki:
Standar A — Office
Untuk staff kantor, HR, finance, marketing, dan administrasi.
Standar B — Operational
Untuk warehouse, teknisi, atau pekerja lapangan.
Standar C — Access
Untuk pengguna yang intensif menggunakan access card.
Standar D — Special
Untuk kebutuhan yang mempunyai persyaratan keselamatan atau operasional khusus.
Dengan model seperti ini, perusahaan tetap memiliki standardisasi tanpa mengorbankan kebutuhan pengguna.
Dan yang paling penting, jumlah variasinya tetap terkendali.
Cara Memilih Lanyard Karyawan Berdasarkan Jenis Pekerjaan dan Aktivitas Pengguna
Contoh Penerapan Spesifikasi Berdasarkan Kebutuhan Karyawan
Setelah memahami prinsip pemilihannya, sekarang kita bisa melihat contoh yang lebih konkret. Tujuannya bukan untuk mengatakan bahwa setiap pekerjaan wajib memakai spesifikasi tertentu, tetapi memberikan gambaran bagaimana perusahaan bisa menerjemahkan aktivitas pengguna menjadi konfigurasi lanyard.
Misalnya sebuah perusahaan memiliki 300 karyawan. Sebagian besar bekerja di kantor, tetapi ada juga security, teknisi, dan warehouse. Kalau perusahaan langsung membuat satu spesifikasi untuk 300 orang, mungkin memang lebih sederhana. Namun, belum tentu konfigurasi tersebut menjadi yang paling praktis untuk semua pengguna.
Sebaliknya, perusahaan juga tidak perlu membuat 300 spesifikasi berbeda. Cukup cari kelompok pengguna dengan kebutuhan yang sama.
Contoh 1: Staff kantor
Untuk staff kantor yang aktivitasnya relatif ringan, kebutuhan utama biasanya adalah kenyamanan dan identitas perusahaan.
Konfigurasinya bisa dibuat sederhana:
Lanyard → attachment standar → holder → ID card
Fokusnya adalah memilih lanyard yang nyaman digunakan dalam waktu lama dan desain yang mencerminkan identitas perusahaan.
Contoh 2: Security
Security memiliki aktivitas yang lebih dinamis dan mungkin lebih sering menunjukkan kartu identitas.
Konfigurasi bisa diarahkan pada kemudahan mengambil atau menunjukkan ID card, dengan tetap mempertimbangkan aturan kerja di lingkungan tersebut.
Lanyard → attachment praktis → holder → ID card
Tidak berarti attachment tersebut pasti harus menggunakan tipe tertentu. Yang penting adalah kebutuhan operasionalnya sudah dipahami terlebih dahulu.
Contoh 3: Pengguna access card
Untuk karyawan yang sering melakukan tap kartu, pertimbangan utamanya adalah akses terhadap kartu.
Kalau kartu harus sering dilepas dari posisi menggantung, attachment yang memungkinkan kartu digunakan dengan lebih praktis dapat menjadi pilihan.
Dalam kasus tertentu:
Lanyard → quick release/attachment yang sesuai → holder → access card
Tetapi kembali lagi, keputusan ini harus disesuaikan dengan sistem akses yang digunakan perusahaan.
Contoh 4: Pekerja lapangan
Untuk pekerja lapangan, faktor mobilitas lebih dominan.
Artinya, perusahaan perlu melihat bagaimana lanyard dan ID card bergerak ketika pengguna berjalan, membungkuk, berpindah tempat, atau melakukan pekerjaan tertentu.
Dalam kondisi ini, kenyamanan, posisi kartu, dan aspek keselamatan menjadi lebih penting dibandingkan sekadar desain visual.
Apakah Semua Divisi Harus Menggunakan Desain Lanyard yang Berbeda?
Tidak.
Ini justru menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan lanyard perusahaan.
Perbedaan kebutuhan tidak selalu berarti harus membuat desain yang berbeda. Perusahaan dapat mempertahankan satu identitas visual utama kemudian membedakan kelompok tertentu dengan cara yang lebih sederhana.
Misalnya logo dan identitas perusahaan tetap sama, sementara perbedaan divisi ditampilkan melalui warna tertentu atau informasi pada ID card.
Dengan demikian, perusahaan tetap terlihat konsisten tetapi kebutuhan identifikasi internal tetap bisa dipenuhi.
Bedakan fungsi identitas dan fungsi operasional
Ini juga penting.
Desain lanyard lebih banyak berkaitan dengan identitas dan branding.
Sementara holder, attachment, ukuran, panjang, dan fitur tertentu lebih berkaitan dengan cara lanyard digunakan.
Jadi perusahaan tidak selalu perlu mengubah desain hanya karena aktivitas karyawan berbeda.
Misalnya staff kantor dan teknisi bisa saja memakai desain lanyard yang sama, tetapi konfigurasi attachment atau holder-nya disesuaikan jika memang dibutuhkan.
Bagaimana Jika Perusahaan Memiliki Banyak Ukuran ID Card?
Ini cukup sering terjadi pada perusahaan yang menggunakan lebih dari satu jenis kartu.
Misalnya ID card karyawan memiliki ukuran tertentu, sementara kartu akses atau kartu khusus mempunyai ukuran berbeda.
Jangan memaksakan semuanya menggunakan holder yang sama.
Langkah yang lebih aman adalah membuat mapping ID card terlebih dahulu.
| Jenis kartu | Pengguna | Fungsi | Holder | Attachment |
|---|---|---|---|---|
| ID card karyawan | Staff | Identitas | Sesuai ukuran kartu | Standar |
| ID card security | Security | Identitas + verifikasi | Sesuai ukuran | Sesuai aktivitas |
| Access card | Staff tertentu | Akses | Sesuai kartu | Praktis jika sering digunakan |
| Kartu khusus | Tim tertentu | Fungsi operasional | Sesuai ukuran | Sesuai kebutuhan |
Dengan tabel sederhana seperti ini, tim procurement akan lebih mudah membuat brief kepada vendor.
Kesalahan seperti salah ukuran holder atau salah konfigurasi attachment juga lebih mudah dicegah.
Bagaimana Jika ID Card Berbentuk Portrait dan Landscape?
Orientasi kartu juga perlu diperhatikan.
Kartu portrait dan landscape dapat membutuhkan konfigurasi holder yang berbeda. Yang perlu dipastikan adalah ketika kartu sudah terpasang pada lanyard, informasi pada kartu tetap berada dalam posisi yang nyaman untuk dilihat.
Jangan sampai perusahaan hanya mengirim desain kartu kepada vendor tanpa menjelaskan orientasinya.
Sebaiknya informasi tersebut masuk dalam brief sejak awal:
Ukuran kartu + orientasi + fungsi kartu + cara penggunaan.
Dengan begitu vendor dapat memahami bahwa yang dipesan bukan hanya tali, tetapi sebuah sistem kecil untuk membawa identitas pengguna.
Bagaimana Jika ID Card Sering Dilepas?
Ini kembali kepada pola penggunaan.
Kalau kartu harus dilepas beberapa kali sehari, perusahaan perlu memikirkan bagaimana pengguna melakukan aktivitas tersebut.
Misalnya kartu digunakan untuk:
- tap akses;
- pemeriksaan identitas;
- masuk ruangan tertentu;
- digunakan pada perangkat;
- dipindahkan sementara;
- keperluan operasional lainnya.
Semakin sering aktivitas tersebut dilakukan, semakin penting kemudahan melepas kartu.
Jangan sampai pengguna harus melepas seluruh lanyard
Kalau aktivitasnya mengharuskan kartu dilepas berkali-kali, membuat pengguna harus melepaskan seluruh lanyard dari leher setiap kali tentu kurang praktis.
Karena itu, attachment yang mendukung pelepasan kartu dapat dipertimbangkan.
Tetapi sekali lagi, pilih berdasarkan frekuensi penggunaan, bukan semata-mata karena fitur tersebut tersedia.
Untuk kartu yang hanya dilepas sekali dalam beberapa bulan, konfigurasi sederhana mungkin sudah lebih dari cukup.
Bagaimana Menentukan Lanyard yang Nyaman?
Kenyamanan bukan hanya soal bahan yang terasa lembut.
Ada beberapa komponen yang secara bersama-sama memengaruhi pengalaman pengguna:
lebar + panjang + berat holder + berat kartu + attachment + aktivitas pengguna.
Lanyard yang terasa nyaman ketika hanya membawa satu kartu tentu bisa terasa berbeda jika holder membawa beberapa kartu sekaligus.
Karena itu, perusahaan yang menggunakan beberapa kartu dalam satu holder juga perlu memperhitungkan beban tersebut.
Jangan mengabaikan durasi pemakaian
Ada perbedaan antara lanyard yang dipakai selama satu atau dua jam dengan lanyard yang dipakai selama delapan jam kerja.
Semakin lama lanyard digunakan, semakin penting memperhatikan kenyamanan.
Inilah alasan mengapa keputusan pengadaan sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga per pcs.
Harga memang penting dalam procurement, tetapi pengalaman pengguna juga perlu masuk dalam pertimbangan karena lanyard akan digunakan berulang kali dalam aktivitas kerja.
Bagaimana Menentukan Lanyard untuk Karyawan Baru?
Perusahaan juga perlu memikirkan proses setelah pengadaan pertama selesai.
Misalnya tahun ini perusahaan memesan 500 pcs. Enam bulan kemudian ada karyawan baru, atau ada kartu yang rusak dan perlu diganti.
Kalau spesifikasi awal tidak didokumentasikan, repeat order bisa menghasilkan produk yang berbeda.
Warna bisa sedikit berbeda, ukuran bisa berubah, attachment bisa berbeda, atau desain bisa menggunakan file yang bukan versi terakhir.
Simpan spesifikasi sebagai master
Sebaiknya setelah produksi selesai, perusahaan menyimpan data seperti:
- ukuran lanyard;
- panjang;
- material;
- metode printing;
- desain final;
- warna;
- jenis attachment;
- jenis holder;
- ukuran ID card;
- jumlah order;
- tanggal produksi;
- vendor;
- catatan QC.
Data tersebut akan sangat membantu ketika perusahaan melakukan pemesanan berikutnya.
Dengan begitu, repeat order bukan dimulai dari nol.
Bagaimana Jika Perusahaan Ingin Mengganti Desain?
Pergantian desain adalah hal yang wajar.
Perusahaan bisa melakukan rebranding, mengganti logo, mengubah warna corporate identity, atau membuat desain baru untuk periode tertentu.
Tetapi sebaiknya perubahan desain tidak otomatis berarti semua spesifikasi fisik ikut berubah.
Jika ukuran, material, holder, dan attachment sebelumnya sudah nyaman, perusahaan dapat mempertahankannya dan hanya memperbarui artwork.
Ini membuat proses pengadaan lebih sederhana.
Pisahkan artwork dan spesifikasi produksi
Ini merupakan kebiasaan yang cukup berguna.
Simpan:
File desain final
dan
Spesifikasi produksi
sebagai dua data yang saling terkait tetapi tidak tercampur.
Dengan cara tersebut, saat perusahaan ingin mengganti logo misalnya, tim tidak perlu membuat ulang seluruh spesifikasi dari awal.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Lanyard Karyawan
Pemilihan lanyard terlihat sederhana, tetapi beberapa kesalahan bisa membuat hasil akhirnya kurang optimal.
Hanya memilih berdasarkan desain
Desain memang penting karena lanyard merupakan bagian dari identitas perusahaan.
Tetapi desain tidak menentukan apakah lanyard nyaman digunakan oleh security, teknisi, warehouse, atau staff kantor.
Hanya memilih berdasarkan harga
Harga per pcs memang penting, terutama ketika jumlah pengadaan besar.
Namun, jangan sampai harga menjadi satu-satunya parameter.
Perusahaan juga perlu melihat spesifikasi, konsistensi produksi, attachment, holder, lead time, dan kemampuan vendor memenuhi kebutuhan.
Tidak mengukur ID card terlebih dahulu
Ini bisa menyebabkan kesalahan pada holder.
Sebelum order, ukur atau pastikan spesifikasi kartu yang benar.
Menggunakan satu konfigurasi untuk semua aktivitas tanpa evaluasi
Standarisasi bagus, tetapi tetap perlu memastikan konfigurasi tersebut cocok untuk mayoritas pengguna.
Tidak menyimpan spesifikasi produksi
Ini akan menyulitkan ketika repeat order dilakukan beberapa bulan kemudian.
Checklist Final Sebelum Mengirim Pesanan
Sebelum pesanan masuk produksi, lakukan pengecekan terakhir.
Pengguna
- Siapa saja yang menggunakan?
- Apa aktivitas utama mereka?
- Apakah ada pengguna dengan kebutuhan khusus?
ID card
- Ukuran sudah benar?
- Portrait atau landscape?
- Apakah ada access card?
- Apakah kartu sering dilepas?
Lanyard
- Lebar sudah ditentukan?
- Panjang sudah sesuai?
- Material sudah dipilih?
- Desain sudah final?
Attachment
- Jenis kait sudah sesuai?
- Perlu quick release?
- Ada kebutuhan keselamatan khusus?
Holder
- Ukurannya sesuai?
- Orientasinya sesuai?
- Jumlah kartu yang dibawa sudah diperhitungkan?
Produksi
- Artwork final sudah disetujui?
- Spesifikasi sudah tertulis?
- Quantity sudah benar?
- Deadline sudah jelas?
Kalau checklist tersebut sudah lengkap, risiko kesalahan dalam pengadaan bisa jauh lebih kecil.
Pilihan Lanyard yang Tepat Dimulai dari Kebutuhan Penggunanya
Pada akhirnya, memilih lanyard untuk karyawan bukan tentang mencari satu produk yang paling bagus untuk semua orang.
Yang lebih tepat adalah mencari konfigurasi yang paling sesuai dengan aktivitas pengguna.
Staff kantor mungkin membutuhkan lanyard yang nyaman dan tampil profesional. Security membutuhkan akses terhadap ID yang praktis. Pekerja warehouse dan teknisi membutuhkan perhatian lebih pada mobilitas. Sedangkan pengguna access card mungkin membutuhkan konfigurasi yang membuat kartu lebih mudah digunakan.
Dari sana, barulah perusahaan menentukan ukuran lanyard, panjang, material, desain, holder, dan attachment.
Dengan pendekatan ini, pengadaan menjadi lebih terarah. Perusahaan tidak sekadar membeli lanyard dalam jumlah besar, tetapi benar-benar merancang sistem identitas yang sesuai dengan cara karyawan bekerja.
Untuk kebutuhan lanyard karyawan, Anda bisa menyesuaikan spesifikasi berdasarkan jenis pengguna dan kebutuhan ID card, kemudian memilih konfigurasi lanyard yang paling sesuai di IndoLanyard.