Tekan Enter untuk mencari
Pengetahuan

Lanyard untuk Mahasiswa Magang, Apa yang Perlu Disiapkan?

ID card magang mahasiswa perlu disiapkan agar identitas intern mudah dikenali. Simak informasi kartu, lanyard, periode, dan kebutuhan akses.

Jilan Wuri
20 menit baca
Lanyard untuk Mahasiswa Magang, Apa yang Perlu Disiapkan?

Lanyard untuk Mahasiswa Magang, Apa yang Perlu Disiapkan?

Mahasiswa yang menjalani program magang akan mengalami situasi yang sedikit berbeda dibandingkan ketika berada di lingkungan kampus. Untuk sementara, mereka masuk ke lingkungan profesional dan berinteraksi dengan karyawan, supervisor, tamu, maupun pihak lain yang mungkin belum mengenal mereka.

Dalam kondisi seperti ini, identitas yang mudah terlihat menjadi cukup penting. Orang tidak harus bertanya terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa seseorang merupakan peserta magang. Informasi seperti nama, asal kampus, status internship, hingga divisi tempat mereka ditempatkan dapat ditampilkan melalui ID card.

Di sinilah ID card magang mahasiswa dan lanyard memiliki fungsi yang saling berkaitan. ID card membawa informasi identitas, sedangkan lanyard menjadi media praktis untuk mengenakan kartu tersebut selama mahasiswa beraktivitas di lingkungan perusahaan.

Namun, menyiapkan identitas mahasiswa magang bukan sekadar mencetak kartu kemudian memasangkannya pada tali. Ada beberapa hal yang sebaiknya ditentukan sejak awal agar identitas tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan maupun program magang.

Kenapa Mahasiswa Magang Perlu Menggunakan ID Card?

Ketika mahasiswa masuk ke perusahaan untuk pertama kali, tidak semua orang yang mereka temui akan mengetahui siapa mereka. Seorang mahasiswa bisa saja berada di ruang kerja bersama karyawan tetap, mengikuti briefing, mengunjungi fasilitas perusahaan, atau berpindah ke divisi lain untuk menjalankan tugas.

Tanpa identitas yang terlihat, status mereka menjadi kurang mudah dikenali. Padahal, dalam aktivitas sehari-hari, mengetahui apakah seseorang merupakan karyawan, mahasiswa magang, tamu, vendor, atau peserta kegiatan tertentu dapat membantu komunikasi berjalan lebih sederhana.

ID card menjadi salah satu cara untuk memberikan informasi tersebut secara langsung. Kartu dapat menunjukkan nama dan foto sekaligus memberikan informasi mengenai status pemakainya.

Bagi perusahaan yang rutin menerima peserta internship, sistem seperti ini juga dapat membuat pengelolaan identitas menjadi lebih terstruktur. Mahasiswa dari beberapa kampus atau beberapa batch magang dapat menggunakan format identitas yang konsisten.

Identitas Mahasiswa Magang Berbeda dengan Identitas Karyawan

Mahasiswa magang memang berada di lingkungan perusahaan, tetapi statusnya belum tentu sama dengan karyawan tetap. Perbedaan status tersebut dapat berhubungan dengan hak akses, periode berada di perusahaan, tanggung jawab pekerjaan, maupun pihak yang menjadi pembimbing.

Karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan apakah status MAGANG atau INTERN perlu ditampilkan secara jelas pada ID card.

Tidak berarti mahasiswa harus selalu menggunakan lanyard yang berbeda dari karyawan. Pembeda status dapat ditempatkan pada kartu, sementara lanyard tetap mengikuti standar identitas perusahaan.

Misalnya:

Pengguna Informasi Utama Pembeda yang Bisa Ditampilkan
Karyawan Nama, jabatan, divisi Jabatan atau departemen
Mahasiswa magang Nama, kampus, status MAGANG / INTERN
Supervisor Nama, jabatan, divisi Supervisor / Mentor
Tamu Nama, status kunjungan VISITOR / GUEST
Peserta program Nama, program Nama program atau periode

Dengan cara tersebut, sistem identitas tidak harus bergantung pada perbedaan bentuk lanyard. Informasi pada ID card sudah dapat membantu orang memahami status pemakainya.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan untuk ID Card Magang Mahasiswa?

Hal pertama yang perlu ditentukan adalah data apa saja yang akan dimasukkan ke kartu. Jangan sampai semua informasi yang tersedia dimasukkan sekaligus hanya karena ruang pada kartu masih terlihat kosong.

ID card pada dasarnya harus membantu orang mengenali pemakainya dengan cepat. Nama dan foto biasanya menjadi informasi utama, sedangkan informasi lain digunakan sebagai konteks tambahan.

Untuk mahasiswa magang, beberapa informasi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • nama lengkap;
  • foto mahasiswa;
  • nama perguruan tinggi;
  • program studi;
  • status MAGANG atau INTERN;
  • nama perusahaan;
  • divisi atau unit kerja;
  • periode magang;
  • nomor identitas internal jika diperlukan;
  • QR code jika memang terhubung dengan sistem perusahaan.

Tidak semua elemen tersebut wajib digunakan. Format akhirnya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan program.

Contoh Susunan Informasi ID Card Mahasiswa Magang

Misalnya sebuah perusahaan menerima mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Format sederhana seperti berikut sudah dapat memberikan informasi yang cukup:

ANDI PRATAMA
INTERN / MAGANG

Universitas XYZ
Teknik Industri

Divisi: Production
Periode: Juli–September 2026

Format tersebut lebih mudah dipahami daripada kartu yang dipenuhi terlalu banyak teks.

Jika perusahaan menggunakan sistem akses, informasi tambahan seperti nomor badge atau QR code dapat ditempatkan pada bagian yang tidak mengganggu informasi utama.

Yang perlu diingat, ID card mahasiswa magang bukan brosur. Fungsi utamanya adalah identifikasi.

Apakah Lanyard Mahasiswa Magang Harus Dibuat Khusus?

Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika perusahaan mulai menyiapkan perlengkapan untuk peserta internship.

Jawabannya tidak selalu harus khusus.

Jika perusahaan sudah memiliki lanyard dengan identitas brand, mahasiswa magang dapat menggunakan lanyard yang sama. Status mereka dapat dibedakan melalui tulisan pada ID card, misalnya INTERN, MAGANG, atau informasi lain yang sudah ditentukan perusahaan.

Pendekatan ini cukup praktis karena perusahaan tidak perlu membuat terlalu banyak varian lanyard.

Namun, ada juga situasi ketika perusahaan memang membutuhkan pembeda visual yang lebih jelas. Misalnya jumlah mahasiswa magang cukup banyak, mereka memiliki akses area tertentu, atau perusahaan ingin staf dapat mengenali peserta internship dengan cepat.

Dalam kondisi tersebut, beberapa pendekatan bisa dipertimbangkan.

Kondisi Pilihan yang Bisa Digunakan
Identitas perusahaan harus seragam Lanyard standar perusahaan
Status intern perlu terlihat jelas Tulisan MAGANG/INTERN pada ID card
Banyak peserta dari berbagai kampus Tambahkan nama kampus
Program terdiri dari beberapa batch Tambahkan periode magang
Divisi peserta berbeda-beda Tambahkan divisi
Ada kebutuhan akses tertentu Sesuaikan badge dengan sistem akses

Jadi, lanyard mahasiswa magang tidak harus selalu berbeda secara fisik. Yang lebih penting adalah sistem identitasnya mampu menjelaskan status pengguna.

Lanyard Menjadi Bagian dari Sistem Identitas

Lanyard sering dianggap hanya sebagai tali untuk menggantungkan kartu. Dalam penggunaan sehari-hari, sebenarnya perannya bisa lebih luas.

Ketika mahasiswa mengenakan ID card menggunakan lanyard, kartu tersebut berada pada posisi yang relatif mudah terlihat. Nama, foto, status, dan informasi perusahaan dapat dibaca tanpa mahasiswa harus terus-menerus memegang kartu.

Hal ini menjadi semakin relevan ketika mahasiswa berpindah ruangan atau bertemu orang dari divisi lain.

Misalnya seorang mahasiswa magang dari bagian engineering harus menuju area produksi. Orang yang ditemuinya di sana mungkin belum mengenalnya. Ketika ID card terlihat jelas, identitas dasarnya sudah dapat diketahui tanpa perlu percakapan panjang.

Karena itu, hubungan antara:

Mahasiswa → ID Card → Lanyard → Identitas → Lingkungan Kerja

perlu dilihat sebagai satu kesatuan.

Pada tahap berikutnya, barulah perusahaan dapat menentukan jenis holder, pengait, atau aksesori lain berdasarkan aktivitas mahasiswa selama menjalani program magang.

Memilih Lanyard yang Sesuai untuk Mahasiswa Magang

Setelah format ID card ditentukan, langkah berikutnya adalah melihat bagaimana kartu tersebut akan digunakan selama program magang. Tidak semua mahasiswa menjalani aktivitas yang sama. Ada yang sebagian besar bekerja di kantor, ada yang masuk laboratorium, mengikuti aktivitas produksi, melakukan observasi lapangan, atau berpindah antarbagian perusahaan.

Perbedaan aktivitas tersebut dapat memengaruhi konfigurasi lanyard yang digunakan. Bukan berarti setiap jenis pekerjaan membutuhkan lanyard yang berbeda, tetapi ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan agar ID card tetap mudah digunakan dan tidak mengganggu aktivitas mahasiswa.

Karena itu, pemilihan lanyard mahasiswa magang sebaiknya dimulai dari pola aktivitasnya, bukan hanya dari desain tali atau warna yang terlihat menarik.

Mahasiswa Magang di Kantor

Untuk mahasiswa yang ditempatkan di lingkungan kantor, kebutuhan lanyard biasanya relatif sederhana. ID card perlu terlihat jelas dan nyaman digunakan sepanjang jam kerja.

Konfigurasi standar berupa lanyard, pengait, dan card holder umumnya sudah dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jika perusahaan telah memiliki desain lanyard corporate, mahasiswa magang dapat menggunakan desain yang sama.

Hal yang lebih penting justru memastikan ukuran kartu, holder, dan pengait sesuai sehingga kartu tidak mudah terlepas ketika mahasiswa bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain.

Misalnya, mahasiswa magang di bagian marketing mungkin harus berpindah dari ruang kerja ke ruang meeting beberapa kali dalam sehari. Lanyard yang terlalu berat atau konfigurasi kartu yang kurang nyaman justru dapat mengganggu aktivitas tersebut.

Mahasiswa Magang di Area Produksi atau Lapangan

Kebutuhannya dapat berbeda ketika mahasiswa mengikuti aktivitas di area produksi, workshop, gudang, atau lokasi lapangan.

Pada lingkungan seperti ini, posisi ID card perlu dipertimbangkan dengan lebih hati-hati. Kartu sebaiknya tetap dapat dikenali tetapi tidak mengganggu aktivitas atau mudah tersangkut pada benda di sekitar.

Perusahaan juga perlu mengikuti aturan keselamatan yang berlaku di area tersebut. Tidak semua area kerja memperbolehkan aksesori yang menggantung bebas, sehingga keputusan mengenai lanyard tetap harus mengikuti prosedur keselamatan lokasi.

Dalam kondisi seperti ini, bukan berarti mahasiswa otomatis membutuhkan lanyard khusus. Yang perlu dilakukan adalah memastikan konfigurasi identitas sesuai dengan aturan area kerja.

Lingkungan Magang Hal yang Perlu Diperhatikan
Kantor Kenyamanan dan keterbacaan ID card
Meeting room ID card mudah terlihat
Laboratorium Mengikuti aturan keselamatan area
Gudang Posisi kartu tidak mengganggu aktivitas
Produksi Mengikuti prosedur K3 lokasi
Lapangan Ketahanan dan kenyamanan penggunaan
Area akses terbatas Kompatibilitas dengan sistem akses

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak perlu langsung membuat banyak jenis lanyard. Cukup tentukan kebutuhan berdasarkan lingkungan tempat mahasiswa benar-benar menjalankan aktivitasnya.

Apakah Lanyard Mahasiswa Magang Perlu Menggunakan Yoyo?

Tidak semua mahasiswa membutuhkan yoyo atau retractable badge reel.

Aksesori tersebut lebih relevan ketika ID card harus sering didekatkan ke perangkat pembaca, misalnya untuk membuka pintu atau melakukan autentikasi pada area tertentu.

Mahasiswa yang hanya menggunakan ID card sebagai tanda pengenal biasanya tidak membutuhkan mekanisme tersebut. Lanyard dengan pengait standar dapat lebih sederhana untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebaliknya, jika mahasiswa harus beberapa kali melakukan tap kartu dalam sehari, menggunakan yoyo dapat membuat proses tersebut lebih praktis karena kartu dapat ditarik tanpa harus melepas lanyard dari leher.

Jadi, pertanyaannya bukan “Apakah lanyard magang harus memakai yoyo?”, melainkan:

“Seberapa sering ID card perlu dilepas atau ditarik selama aktivitas magang?”

Jika jawabannya cukup sering, barulah yoyo menjadi salah satu konfigurasi yang layak dipertimbangkan.

Memilih Pengait untuk ID Card Mahasiswa Magang

Selain yoyo, jenis pengait juga perlu disesuaikan dengan kartu yang digunakan. Pengait menjadi titik penghubung antara tali lanyard dengan holder atau kartu.

Untuk kebutuhan sederhana, pengait standar dapat digunakan. Sementara kebutuhan tertentu dapat menggunakan konfigurasi lain sesuai bentuk holder dan cara kartu digunakan.

Yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara tiga komponen:

Lanyard → Pengait → Card Holder → ID Card

Jika salah satu komponennya tidak sesuai, pengalaman pemakaian bisa menjadi kurang nyaman.

Contohnya, kartu yang cukup berat tetapi dipasangkan dengan konfigurasi yang kurang sesuai dapat membuat lanyard terasa tertarik ke satu sisi. Sebaliknya, holder yang terlalu besar juga dapat membuat kartu lebih mudah bergoyang ketika mahasiswa berjalan.

Karena itu, pemilihan aksesori sebaiknya dilakukan setelah mengetahui bentuk dan penggunaan ID card.

Apakah Desain Lanyard Harus Menampilkan Nama Kampus?

Tidak selalu.

Nama kampus dapat menjadi informasi yang berguna apabila perusahaan menerima mahasiswa dari banyak perguruan tinggi. Namun, bukan berarti nama kampus harus selalu dicetak besar pada tali lanyard.

Ada perbedaan antara informasi pada ID card dan informasi pada lanyard.

ID card memiliki ruang yang lebih sesuai untuk informasi personal seperti nama, foto, kampus, program studi, dan periode magang. Lanyard biasanya lebih cocok digunakan untuk elemen visual yang berulang seperti logo, nama perusahaan, atau identitas brand.

Misalnya:

Pada ID card:

Andi Pratama
INTERN
Universitas XYZ
Teknik Industri
Periode Juli–September 2026

Pada lanyard:

LOGO PERUSAHAAN | NAMA PERUSAHAAN | LOGO PERUSAHAAN

Pembagian seperti ini membuat keduanya memiliki fungsi masing-masing.

Mengapa Informasi pada Lanyard Tidak Perlu Terlalu Banyak?

Lanyard memiliki bidang yang relatif sempit. Ketika terlalu banyak teks dimasukkan, ukuran huruf bisa menjadi sangat kecil dan akhirnya tidak memberikan manfaat yang berarti.

Untuk kebutuhan perusahaan, identitas brand biasanya sudah cukup untuk membuat lanyard terlihat konsisten.

Sementara informasi individual mahasiswa ditempatkan pada ID card.

Dengan demikian, lanyard dapat menjadi bagian dari corporate identity, sedangkan ID card menjadi bagian dari personal identity.

Media Fungsi Utama Contoh Informasi
Lanyard Identitas visual Logo dan nama perusahaan
ID Card Identitas personal Nama dan foto
Card Holder Melindungi kartu ID card/access card
Yoyo Memudahkan akses Kartu yang sering ditarik
QR Code Identifikasi digital Data atau sistem internal

Pembagian fungsi tersebut juga membantu ketika perusahaan memiliki peserta magang dalam jumlah banyak.

Mengatur Mahasiswa Magang dari Beberapa Kampus

Program internship perusahaan terkadang tidak hanya diikuti oleh satu kampus. Dalam satu periode, perusahaan dapat menerima mahasiswa dari berbagai universitas dan program studi.

Kondisi ini membuat data peserta perlu dikelola dengan lebih rapi.

Misalnya terdapat:

  • mahasiswa Teknik Industri dari Universitas A;
  • mahasiswa Informatika dari Universitas B;
  • mahasiswa Manajemen dari Universitas C;
  • mahasiswa Akuntansi dari Universitas D.

Tidak semuanya harus mendapatkan lanyard berbeda.

Perusahaan dapat menggunakan satu standar lanyard, sementara informasi asal kampus dan program studi ditampilkan pada ID card.

Pendekatan tersebut membuat produksi lebih sederhana sekaligus menjaga identitas perusahaan tetap konsisten.

Bagaimana Jika Mahasiswa Magang Berasal dari Banyak Batch?

Periode magang juga perlu diperhatikan.

Mahasiswa batch Januari–Maret memiliki periode yang berbeda dengan mahasiswa batch April–Juni. Jika perusahaan menerima peserta magang secara rutin, informasi periode dapat membantu administrasi dan identifikasi.

Contohnya:

Batch Periode Status
Batch 1 Januari–Maret INTERN
Batch 2 April–Juni INTERN
Batch 3 Juli–September INTERN
Batch 4 Oktober–Desember INTERN

Tidak berarti setiap batch harus memiliki desain lanyard berbeda. Informasi periode dapat cukup dicantumkan pada ID card.

Hal ini membuat sistem identitas lebih fleksibel ketika jumlah peserta magang berubah setiap periode.

Bagaimana Jika Mahasiswa Magang Memiliki Akses ke Area Tertentu?

Ini menjadi bagian yang perlu dibedakan dari sekadar kebutuhan identitas.

ID card dapat berfungsi sebagai tanda pengenal sekaligus menjadi bagian dari sistem akses perusahaan. Namun kedua fungsi tersebut tidak selalu harus digabungkan dalam satu kartu.

Misalnya perusahaan memiliki area yang hanya dapat dimasuki oleh personel tertentu. Mahasiswa magang mungkin hanya mendapatkan akses ke beberapa ruangan.

Dalam situasi seperti ini, perusahaan dapat menggunakan badge atau access card sesuai sistem keamanan internal, sedangkan ID card mahasiswa tetap digunakan sebagai identitas visual.

Hal ini membantu memisahkan dua kebutuhan:

Siapa orang ini?
→ ID card.

Area mana yang boleh dimasuki?
→ Sistem akses.

Pemisahan tersebut dapat membuat pengelolaan identitas lebih mudah, terutama ketika mahasiswa hanya berada di perusahaan untuk periode tertentu.

Jangan Lupa Menentukan Masa Berlaku Identitas

Salah satu perbedaan penting antara mahasiswa magang dan karyawan tetap adalah adanya periode program yang sudah ditentukan.

Mahasiswa mungkin hanya berada di perusahaan selama satu, dua, tiga, atau enam bulan. Karena itu, perusahaan sebaiknya mengetahui kapan identitas tersebut mulai berlaku dan kapan program berakhir.

Informasi periode dapat dicantumkan langsung pada ID card apabila memang diperlukan.

Contohnya:

INTERN
Periode: 1 Juli–30 September 2026

Dengan begitu, identitas tersebut memiliki konteks waktu yang jelas.

Hal ini juga berguna ketika perusahaan menerima peserta magang baru setelah program sebelumnya selesai. Data dan kartu dari periode lama tidak otomatis dianggap berlaku untuk peserta berikutnya.

Persiapan Sebelum Lanyard dan ID Card Dicetak

Sebelum masuk tahap produksi, data peserta sebaiknya sudah diperiksa terlebih dahulu.

Kesalahan kecil seperti nama yang salah, foto tertukar, nama kampus tidak sesuai, atau periode magang yang keliru dapat membuat kartu harus dicetak ulang.

Karena itu, proses pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum file masuk ke tahap produksi.

Checklist sederhananya dapat berupa:

Pemeriksaan Status
Nama peserta sudah benar ☐
Foto sesuai dengan nama ☐
Nama kampus sudah benar ☐
Program studi sudah benar ☐
Status MAGANG/INTERN sudah sesuai ☐
Divisi sudah benar ☐
Periode magang sudah benar ☐
Desain sudah mendapat persetujuan ☐
Jumlah peserta sudah sesuai ☐
Konfigurasi lanyard sudah ditentukan ☐

Dengan pemeriksaan ini, kebutuhan ID card mahasiswa magang dapat dipersiapkan secara lebih terstruktur sebelum masuk ke tahap pencetakan.

Mengelola Identitas Mahasiswa Selama Program Magang

Menyiapkan ID card dan lanyard sebenarnya baru merupakan tahap awal. Setelah mahasiswa mulai menjalani program, identitas tersebut akan digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, sehingga perusahaan perlu memastikan penggunaannya tetap sesuai dengan kebutuhan.

Mahasiswa bisa berpindah divisi, mengikuti kegiatan internal, memasuki area tertentu, atau berinteraksi dengan karyawan yang berbeda. Dalam kondisi seperti itu, identitas yang mudah dikenali akan membantu komunikasi sekaligus membuat status peserta magang lebih jelas.

Karena itu, lanyard untuk mahasiswa magang sebaiknya dipandang sebagai bagian dari sistem identitas selama program berlangsung, bukan sekadar perlengkapan yang diberikan pada hari pertama.

Bedakan Identitas Berdasarkan Peran Jika Memang Diperlukan

Dalam sebuah program magang, tidak semua orang memiliki posisi yang sama. Selain mahasiswa, biasanya ada supervisor, mentor, HR, atau pembimbing dari masing-masing divisi.

Jika jumlah peserta cukup banyak, perusahaan dapat membuat struktur informasi yang membantu membedakan peran tersebut.

Namun, pembeda tidak harus selalu berupa desain lanyard yang berbeda.

Misalnya:

Peran Informasi Identitas
Mahasiswa magang INTERN / MAGANG
Supervisor SUPERVISOR
Mentor MENTOR
HR HR / PEOPLE
Karyawan Nama + Jabatan
Tamu VISITOR

Pendekatan seperti ini lebih fleksibel karena perusahaan tetap dapat menggunakan standar visual yang sama.

Yang penting adalah informasi status tidak dibuat terlalu samar. Tulisan seperti INTERN atau MAGANG dapat membantu orang lain memahami konteks pemakai ID card secara cepat.

Bagaimana Jika Mahasiswa Magang Harus Bertemu Banyak Divisi?

Mahasiswa magang tidak selalu bekerja hanya dengan satu orang atau satu tim. Dalam program tertentu, mereka dapat mengikuti rotasi divisi atau mengerjakan proyek yang melibatkan beberapa departemen.

Dalam situasi seperti itu, informasi pada ID card dapat membantu orang yang baru pertama kali bertemu dengan mahasiswa tersebut.

Misalnya, seorang mahasiswa dari Teknik Informatika sedang menjalani magang di perusahaan manufaktur dan harus melakukan observasi ke bagian produksi.

Karyawan produksi yang belum mengenalnya dapat melihat:

ANDI PRATAMA
INTERN
Universitas XYZ
Teknik Informatika
Divisi IT

Informasi tersebut sudah memberikan konteks yang cukup tanpa mahasiswa harus menjelaskan statusnya dari awal.

Perlukah Lanyard Dibedakan Berdasarkan Kampus?

Jika perusahaan menerima mahasiswa dari banyak universitas, mungkin muncul ide untuk membuat lanyard berbeda berdasarkan kampus.

Dalam sebagian kondisi hal tersebut memang bisa dilakukan, tetapi belum tentu diperlukan.

Jika tujuan utamanya hanya untuk mengetahui asal mahasiswa, informasi kampus pada ID card biasanya sudah cukup. Membuat lanyard khusus untuk setiap kampus justru dapat menambah variasi produk dan menyulitkan pengelolaan.

Lanyard berbeda baru lebih masuk akal jika memang ada kebutuhan operasional yang jelas.

Contohnya, perusahaan menjalankan program internship yang sangat besar dan membutuhkan identifikasi visual cepat berdasarkan kelompok tertentu.

Jika tidak ada kebutuhan seperti itu, satu standar lanyard perusahaan dengan ID card yang informatif sudah cukup.

Bagaimana Mengelola ID Card Setelah Masa Magang Selesai?

Program magang memiliki batas waktu. Ketika mahasiswa menyelesaikan program, perusahaan sebaiknya memiliki prosedur untuk mengakhiri penggunaan identitas tersebut.

Ini menjadi lebih penting jika ID card juga digunakan sebagai access card.

Mahasiswa yang sudah menyelesaikan program tidak seharusnya tetap memiliki akses yang sebelumnya diberikan hanya karena kartu fisiknya masih berada di tangan mereka.

Karena itu, proses akhir magang dapat mencakup:

  1. mengonfirmasi tanggal selesai program;
  2. menonaktifkan akses jika ID card terhubung dengan sistem akses;
  3. menarik kembali kartu jika memang diwajibkan;
  4. mengembalikan lanyard atau holder jika merupakan aset perusahaan;
  5. memperbarui daftar peserta magang;
  6. memastikan tidak ada akses aktif yang tidak lagi diperlukan.

Tidak semua perusahaan harus menggunakan prosedur yang sama. Mekanismenya dapat mengikuti kebijakan internal masing-masing organisasi.

Apakah Lanyard Harus Dikembalikan?

Tidak ada satu aturan yang berlaku untuk semua perusahaan.

Jika lanyard dianggap sebagai perlengkapan yang menjadi milik peserta, perusahaan dapat membiarkan mahasiswa membawanya setelah program selesai.

Namun jika lanyard merupakan bagian dari perlengkapan identitas perusahaan yang digunakan kembali, pengembalian dapat dimasukkan ke dalam prosedur offboarding peserta magang.

Hal yang lebih penting adalah perusahaan menentukan kebijakan tersebut sejak awal.

Misalnya pada saat mahasiswa menerima perlengkapan, dapat dijelaskan:

ID card dan access card dikembalikan pada akhir program, sedangkan lanyard menjadi milik peserta.

Atau:

Seluruh perlengkapan identitas dikembalikan setelah program magang selesai.

Kejelasan seperti ini dapat menghindari kebingungan ketika program berakhir.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyiapkan Lanyard Mahasiswa Magang

Masalah dalam identitas peserta magang sering kali bukan karena produknya tidak tersedia, tetapi karena kebutuhan belum ditentukan dengan baik sejak awal.

Salah satu contoh yang sederhana adalah mencetak ID card sebelum data peserta benar-benar final. Ketika ada perubahan nama, foto, divisi, atau periode magang, kartu harus diperbaiki atau dicetak ulang.

Kesalahan lainnya adalah membuat desain terlalu ramai sehingga informasi penting justru sulit dibaca.

Beberapa hal yang sebaiknya dihindari antara lain:

Kesalahan Dampaknya
Data belum final saat dicetak Potensi cetak ulang
Status intern tidak jelas Sulit membedakan dengan karyawan
Terlalu banyak informasi Kartu sulit dibaca
Terlalu banyak variasi lanyard Distribusi lebih rumit
Tidak menentukan periode Masa berlaku kurang jelas
Tidak memeriksa foto Risiko kartu tertukar
Tidak menyesuaikan aktivitas Lanyard kurang nyaman digunakan
Access card tidak dinonaktifkan Potensi akses tetap aktif

Persiapan sederhana sebelum produksi dapat mengurangi sebagian besar masalah tersebut.

Checklist Lengkap ID Card dan Lanyard Mahasiswa Magang

Jika perusahaan ingin menjadikan proses ini sebagai checklist, berikut format yang dapat digunakan.

Sebelum Produksi

  • ☐ Daftar mahasiswa sudah final
  • ☐ Nama sudah diverifikasi
  • ☐ Foto sudah sesuai
  • ☐ Nama kampus sudah benar
  • ☐ Program studi sudah benar
  • ☐ Status MAGANG/INTERN sudah ditentukan
  • ☐ Divisi sudah ditentukan jika diperlukan
  • ☐ Periode magang sudah ditentukan
  • ☐ Format ID card sudah disetujui
  • ☐ Desain lanyard sudah disetujui
  • ☐ Jenis holder sudah ditentukan
  • ☐ Jenis pengait sudah ditentukan
  • ☐ Kebutuhan yoyo sudah diperiksa
  • ☐ Jumlah peserta sudah dihitung

Saat Distribusi

  • ☐ Nama pada kartu sesuai dengan penerima
  • ☐ Foto sesuai
  • ☐ ID card terpasang dengan benar
  • ☐ Lanyard tidak rusak
  • ☐ Holder berfungsi dengan baik
  • ☐ Access card sudah aktif jika diperlukan
  • ☐ Peserta mengetahui aturan penggunaan ID card

Saat Program Selesai

  • ☐ Status peserta diperbarui
  • ☐ Access card dinonaktifkan jika digunakan
  • ☐ ID card dikembalikan jika diwajibkan
  • ☐ Lanyard dikembalikan jika merupakan aset perusahaan
  • ☐ Data peserta diperbarui
  • ☐ Perlengkapan yang masih dapat digunakan kembali disimpan

Checklist tersebut dapat disesuaikan dengan prosedur masing-masing perusahaan.

Lanyard untuk Mahasiswa Magang Tidak Harus Rumit

Pada akhirnya, kebutuhan identitas mahasiswa magang sebenarnya dapat dibuat cukup sederhana.

Perusahaan perlu menentukan siapa penggunanya, informasi apa yang harus terlihat, bagaimana kartu digunakan selama aktivitas magang, serta apakah ada kebutuhan akses tertentu.

Dari sana barulah ditentukan konfigurasi ID card, holder, pengait, dan lanyard.

Tidak semua mahasiswa membutuhkan lanyard khusus. Tidak semua peserta membutuhkan yoyo. Dan tidak semua perusahaan perlu membuat desain berbeda berdasarkan kampus atau divisi.

Yang lebih penting adalah memastikan sistem identitas tersebut jelas, mudah digunakan, nyaman, dan sesuai dengan aturan perusahaan.

Bagi perusahaan yang rutin menerima mahasiswa internship, format identitas juga dapat dibuat lebih terstruktur sehingga setiap batch berikutnya tidak harus memulai semuanya dari awal.

ID card magang mahasiswa bukan hanya kartu nama sementara. Dalam lingkungan perusahaan, kartu tersebut dapat menjadi bagian dari sistem identitas yang membantu membedakan mahasiswa intern dengan karyawan, tamu, supervisor, maupun pengguna lainnya.

Lanyard kemudian menjadi media yang membuat ID card mudah dikenakan dan terlihat selama aktivitas berlangsung.

Kebutuhan setiap program tentu berbeda. Mahasiswa yang bekerja di kantor mungkin cukup menggunakan lanyard standar, sedangkan peserta yang membutuhkan akses berulang dapat mempertimbangkan konfigurasi seperti yoyo atau badge reel.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan memulai dari pertanyaan “lanyard seperti apa yang harus dibuat?”

Lebih baik mulai dari:

Siapa yang menggunakan → aktivitasnya apa → informasi apa yang perlu terlihat → bagaimana kartu digunakan → apakah ada kebutuhan akses → baru menentukan konfigurasi lanyard.

Dengan alur tersebut, perusahaan dapat menyiapkan lanyard mahasiswa magang yang tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga benar-benar mendukung kebutuhan identitas selama program internship berlangsung.

FAQ

Apakah mahasiswa magang perlu menggunakan lanyard?

Tidak selalu, tetapi lanyard merupakan salah satu cara praktis untuk membuat ID card mudah dikenakan dan terlihat selama mahasiswa berada di lingkungan perusahaan.

Apa saja yang perlu dicantumkan pada ID card mahasiswa magang?

Informasi yang dapat digunakan antara lain nama, foto, perguruan tinggi, program studi, status MAGANG atau INTERN, nama perusahaan, divisi, dan periode magang. Tidak semuanya wajib dicantumkan.

Apakah lanyard mahasiswa magang harus berbeda dari karyawan?

Tidak harus. Perusahaan dapat menggunakan lanyard dengan identitas brand yang sama, kemudian membedakan status melalui informasi pada ID card.

Apakah nama kampus harus dicetak pada lanyard?

Tidak harus. Nama kampus biasanya lebih efektif ditempatkan pada ID card karena ruang informasinya lebih luas. Lanyard dapat difokuskan pada identitas visual perusahaan.

Kapan mahasiswa magang membutuhkan yoyo?

Yoyo dapat dipertimbangkan ketika ID card perlu sering ditarik untuk melakukan akses atau verifikasi. Jika kartu hanya digunakan sebagai identitas visual, pengait standar biasanya sudah dapat digunakan.

Apakah periode magang perlu dicantumkan?

Periode dapat dicantumkan apabila perusahaan membutuhkan informasi masa berlaku identitas atau memiliki beberapa batch peserta magang dalam satu tahun.

Apa yang dilakukan dengan ID card setelah mahasiswa selesai magang?

Tergantung kebijakan perusahaan. ID card dapat dikembalikan, dinonaktifkan jika terhubung dengan sistem akses, atau diproses sesuai prosedur internal perusahaan.

Berapa jumlah lanyard yang perlu disiapkan untuk mahasiswa magang?

Jumlah utamanya mengikuti jumlah peserta yang akan menerima ID card. Perusahaan dapat menambahkan sejumlah cadangan jika ada kemungkinan peserta tambahan, kerusakan, atau kebutuhan penggantian.

Kategori: Pengetahuan

Butuh Produk Custom?

Konsultasikan kebutuhan lanyard dan merchandise Anda bersama tim kami. Gratis desain!

Artikel Terkait