Tekan Enter untuk mencari
Pengetahuan

Lanyard Panitia 17 Agustus Tidak Harus Berakhir di Dalam Kardus Gudang

Lanyard panitia 17 Agustus tidak harus menjadi barang sisa setelah acara. Simak cara membuat lanyard tetap berguna, awet, dan bisa dipakai kembali.

15 menit baca
Lanyard Panitia 17 Agustus Tidak Harus Berakhir di Dalam Kardus Gudang

Kalau Anda pernah menjadi panitia perayaan HUT Kemerdekaan RI, mungkin pernah mengalami situasi seperti ini.

Sekitar dua atau tiga minggu sebelum acara dimulai, panitia mulai sibuk mengurus berbagai kebutuhan. Ada yang mengurus panggung, konsumsi, hadiah lomba, spanduk, kaos panitia, sampai akhirnya tiba pada satu kebutuhan yang hampir selalu ada, yaitu lanyard ID card panitia.

Biasanya prosesnya sederhana. Panitia mencari vendor, menentukan desain, mencetak sesuai jumlah panitia, lalu lanyard digunakan selama acara berlangsung. Setelah lomba selesai, panggung dibongkar, hadiah sudah dibagikan, semua perlengkapan dikumpulkan kembali. Nah, di sinilah masalah yang hampir selalu terjadi.

Lanyard yang sebenarnya masih baru, masih bersih, dan masih sangat layak dipakai akhirnya hanya disimpan di gudang sekretariat. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya ikut terbuang ketika panitia membersihkan perlengkapan acara.

Kalau dihitung-hitung, sebenarnya cukup sayang. Apalagi sekarang sebagian besar lanyard dibuat menggunakan bahan polyester tissue dengan printing sublimasi. Umur pakainya bisa bertahun-tahun jika dirawat dengan baik. Yang membuat lanyard tersebut tidak dipakai lagi bukan karena kualitasnya sudah jelek, melainkan karena desainnya terlalu melekat pada satu acara tertentu.

Padahal kalau sejak awal konsep desainnya dibuat sedikit berbeda, lanyard yang sama masih bisa digunakan untuk rapat Karang Taruna, kegiatan kerja bakti, donor darah, posyandu, kepanitiaan Maulid Nabi, Iduladha, sampai perayaan 17 Agustus tahun berikutnya. Artinya, satu kali produksi bisa memberikan manfaat jauh lebih lama dibanding hanya digunakan satu atau dua hari.

Menurut saya, inilah yang sering terlupakan ketika panitia mulai membuat desain lanyard.

Mereka lebih banyak berpikir tentang "bagaimana supaya terlihat meriah saat acara berlangsung", tetapi jarang berpikir "bagaimana supaya lanyard ini tetap berguna setelah acara selesai."

Sebelum Mendesain, Tentukan Dulu Tujuan Jangka Panjang Lanyard

Kalau saya sedang berdiskusi dengan panitia, biasanya saya tidak langsung bertanya soal warna atau ukuran lanyard.

Pertanyaan pertama yang justru saya ajukan adalah:

"Lanyard ini setelah acara selesai mau diapakan?"

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya akan sangat memengaruhi keseluruhan desain.

Kalau jawabannya adalah:

"Ya paling disimpan."

Berarti sejak awal panitia memang menganggap lanyard sebagai perlengkapan sekali pakai.

Namun kalau jawabannya adalah:

"Kalau bisa sih masih dipakai lagi."

Maka pendekatan desainnya harus berbeda.

Karena sejak awal targetnya bukan hanya membuat lanyard yang menarik untuk tanggal 17 Agustus, tetapi membuat identitas organisasi yang masih relevan dipakai selama satu atau dua tahun ke depan.

Perubahan cara berpikir ini sangat penting. Sebab ketika lanyard dianggap sebagai aset organisasi, keputusan desain akan menjadi jauh lebih matang.

Misalnya, panitia akan mulai mempertimbangkan:

  • Apakah nama acara perlu ditulis sebesar itu?

  • Apakah tahun pelaksanaan harus muncul berkali-kali?

  • Apakah logo HUT RI perlu memenuhi seluruh tali?

  • Apakah desain ini masih cocok dipakai saat rapat Karang Taruna bulan depan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terdengar sepele. Namun justru di situlah letak perbedaannya antara desain yang hanya bertahan satu hari dengan desain yang masih berguna selama bertahun-tahun.

Jadikan Nama Organisasi Sebagai Identitas Utama, Bukan Nama Acara

Kesalahan paling umum yang saya lihat hampir setiap tahun adalah desain lanyard terlalu fokus pada acara, bukan pada organisasi yang menyelenggarakannya.

Misalnya seluruh permukaan tali diisi dengan tulisan:

  • PANITIA HUT RI KE-81

  • HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

  • 17 AGUSTUS 2026

Memang tidak salah. Saat acara berlangsung desain seperti ini terasa meriah dan langsung menunjukkan bahwa lanyard tersebut dibuat khusus untuk perayaan kemerdekaan.

Masalahnya baru terasa setelah acara selesai.

Coba bayangkan Anda menghadiri rapat Karang Taruna bulan Oktober. Apakah masih nyaman menggunakan lanyard dengan tulisan besar "PANITIA HUT RI 2026"?

Kemungkinan besar tidak.

Bukan karena lanyardnya jelek, tetapi karena identitas yang ditampilkan sudah tidak lagi sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung.

Karena itu, saya lebih menyarankan agar identitas utama pada lanyard adalah organisasi penyelenggara, sedangkan identitas acara menjadi elemen pendukung.

Sebagai contoh, lihat perbandingan berikut.

Kurang Direkomendasikan

Lebih Direkomendasikan

PANITIA HUT RI 2026 memenuhi seluruh tali

Karang Taruna RW 05 sebagai identitas utama

Angka HUT RI dicetak sangat besar

Logo Karang Taruna lebih dominan

Nama acara diulang terus

Motif merah putih sebagai aksen

Tahun acara muncul berkali-kali

Logo HUT RI ditempatkan secara proporsional

Dengan konsep seperti ini, lanyard tetap terasa sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Namun setelah acara selesai, tampilannya masih sangat layak digunakan pada kegiatan lain.

Tahun Acara Boleh Dicantumkan, Tetapi Jangan Dijadikan Fokus Desain

Ini juga sering menjadi perdebatan.

"Kalau tidak ada tahun acaranya nanti orang tidak tahu ini lanyard HUT RI."

Sebenarnya bukan berarti tahun tidak boleh dicantumkan.

Yang saya maksud adalah jangan menjadikan tahun sebagai elemen visual terbesar.

Karena tahun merupakan informasi yang paling cepat kehilangan relevansinya.

Bayangkan Anda mencetak:

17 AGUSTUS 2026

dengan ukuran sangat besar.

Setahun kemudian, tulisan itu justru menjadi alasan utama mengapa lanyard tidak lagi dipakai.

Kalau memang ingin tetap menampilkan identitas acara, ada banyak cara yang lebih elegan.

Misalnya:

  • menempatkan logo resmi HUT RI hanya pada satu sisi,

  • mencantumkan tahun dengan ukuran kecil,

  • menggunakan pola grafis resmi HUT RI sebagai aksen,

  • atau menempatkan tema acara di dekat hook sehingga tidak mendominasi keseluruhan desain.

Dengan pendekatan seperti ini, identitas acara tetap terlihat tanpa mengurangi umur pakai lanyard.

 

Checklist Sebelum Menyetujui Desain Lanyard

Sebelum desain dikirim ke vendor untuk diproduksi, saya biasanya menyarankan panitia melakukan pengecekan sederhana seperti berikut.

Checklist

Sudah

Nama organisasi lebih dominan daripada nama acara

☐

Logo HUT RI digunakan secara proporsional

☐

Tahun acara tidak terlalu besar

☐

Warna tetap cocok digunakan setelah Agustus

☐

Desain masih layak dipakai untuk kegiatan lain

☐

Identitas organisasi mudah dikenali

☐

Percayalah, checklist sederhana seperti ini bisa menghemat anggaran organisasi untuk beberapa tahun ke depan.

Karena lanyard yang awalnya hanya direncanakan untuk satu acara, berubah menjadi perlengkapan organisasi yang dapat digunakan berkali-kali.

Pilih Warna yang Tidak Hanya Bagus Saat 17 Agustus

Kalau kita bicara soal desain lanyard panitia HUT RI, hal pertama yang biasanya terlintas di kepala adalah warna merah dan putih. Itu memang wajar karena kedua warna tersebut merupakan identitas utama perayaan kemerdekaan Indonesia.

Namun, ada satu kesalahan yang cukup sering terjadi. Karena ingin membuat suasana acara terasa meriah, hampir seluruh permukaan lanyard dibuat berwarna merah terang dengan tambahan berbagai ornamen seperti bendera, api, garis-garis, hingga ilustrasi yang memenuhi seluruh tali. Saat dipakai pada tanggal 17 Agustus memang terlihat mencolok, tetapi setelah acara selesai tampilannya menjadi terlalu spesifik sehingga banyak orang merasa kurang nyaman memakainya lagi.

Padahal tujuan artikel ini adalah membuat lanyard yang tetap memiliki nuansa kemerdekaan tanpa kehilangan nilai pakainya. Jadi, yang kita cari bukan desain paling ramai, tetapi desain yang tetap enak dilihat enam bulan atau bahkan satu tahun setelah acara selesai.

Kalau saya diminta memberikan saran, sebaiknya gunakan warna merah putih sebagai identitas utama, lalu padukan dengan warna netral agar tampilannya lebih elegan.

Sebagai contoh:

Kombinasi Warna

Karakter

Cocok Untuk

Merah + Putih

Klasik

Semua panitia HUT RI

Merah + Putih + Navy

Modern dan profesional

Karang Taruna, sekolah, instansi

Putih + Merah Marun

Lebih elegan

Perusahaan dan komunitas

Putih + Abu-abu + Merah

Minimalis

Organisasi yang ingin desain awet dipakai

Dengan kombinasi seperti ini, lanyard tetap langsung mengingatkan orang pada suasana kemerdekaan, tetapi tidak terlihat seperti atribut yang hanya bisa dipakai satu hari dalam setahun.

Jangan Memenuhi Seluruh Lanyard dengan Logo HUT RI

Saya sering melihat desain yang hampir seluruh permukaan talinya dipenuhi logo resmi HUT RI.

Sebenarnya penggunaan logo resmi tidak ada yang salah. Bahkan untuk kegiatan yang memang berkaitan dengan perayaan kemerdekaan, penggunaan logo resmi justru dapat memperkuat identitas acara. Yang perlu diperhatikan adalah proporsinya.

Kalau logo HUT RI dicetak terlalu besar dan diulang terus sepanjang lanyard, identitas organisasi menjadi hilang. Orang yang melihat justru lebih mengingat acara daripada siapa penyelenggaranya.

Coba kita balik sudut pandangnya.

Misalnya tahun depan Karang Taruna kembali mengadakan donor darah atau kerja bakti. Lanyard dengan logo HUT RI yang sangat dominan tentu terasa kurang sesuai. Padahal kalau sejak awal logo tersebut ditempatkan sebagai elemen pendukung, lanyard yang sama masih tetap terlihat relevan.

Menurut saya komposisi seperti berikut jauh lebih ideal.

Elemen Desain

Porsi yang Disarankan

Nama Organisasi

Dominan

Logo Organisasi

Dominan

Warna Merah Putih

Dominan

Logo HUT RI

Sebagai aksen

Tema Acara

Ukuran kecil

Tahun Pelaksanaan

Tidak mendominasi

Dengan komposisi seperti ini, identitas acara tetap hadir, tetapi organisasi tetap menjadi fokus utama.

Gunakan Pattern yang Bersifat Timeless

Selain logo dan tulisan, banyak desainer juga menambahkan berbagai pattern atau motif pada lanyard. Pattern memang membuat desain terlihat lebih hidup, tetapi pemilihannya juga perlu diperhatikan.

Kalau pattern terlalu spesifik, misalnya ilustrasi lomba balap karung, panjat pinang, atau angka HUT RI berulang-ulang, maka desain akan terasa "terikat" dengan satu acara tertentu.

Sebaliknya, pattern yang lebih sederhana justru membuat lanyard lebih fleksibel digunakan.

Beberapa contoh pattern yang masih cocok dipakai setelah acara selesai antara lain:

  • Garis diagonal merah putih.

  • Bentuk geometris sederhana.

  • Siluet bendera merah putih.

  • Ornamen pita merah putih.

  • Pattern berbentuk gelombang.

  • Motif abstrak bernuansa nasional.

Pattern seperti ini tetap memberikan nuansa kemerdekaan tanpa membuat desain terlihat berlebihan.

Gunakan Font yang Mudah Dibaca

Kesalahan berikutnya yang sering saya temui adalah penggunaan terlalu banyak jenis huruf dalam satu desain.

Biasanya karena ingin terlihat lebih meriah, panitia menggunakan font dekoratif untuk hampir semua tulisan. Akibatnya, nama organisasi justru sulit dibaca ketika lanyard dikenakan.

Padahal fungsi utama lanyard adalah sebagai identitas. Kalau identitasnya sendiri sulit dikenali, berarti fungsi utamanya tidak tercapai.

Idealnya cukup gunakan dua jenis font.

  • Font utama untuk nama organisasi.

  • Font pendukung untuk informasi tambahan seperti tema acara atau slogan.

Dengan cara ini tampilan lanyard akan terlihat lebih bersih, profesional, dan tetap mudah dikenali dari jarak tertentu.

Lebar Lanyard yang Paling Fleksibel untuk Digunakan Kembali

Selain desain visual, ukuran lanyard juga berpengaruh terhadap kenyamanan penggunaan setelah acara selesai.

Banyak panitia bertanya, apakah sebaiknya menggunakan ukuran 15 mm, 20 mm, atau 25 mm?

Kalau tujuannya agar lanyard tetap bisa digunakan pada berbagai kegiatan organisasi, saya lebih sering menyarankan ukuran 20 mm.

Mengapa?

Karena ukuran ini berada di tengah-tengah. Tidak terlalu kecil sehingga logo masih terlihat jelas, tetapi juga tidak terlalu lebar sehingga tetap nyaman dipakai sehari-hari.

Sebagai perbandingan:

Lebar

Kelebihan

Kekurangan

15 mm

Lebih ringan

Ruang desain terbatas

20 mm

Paling seimbang

Cocok untuk hampir semua kebutuhan

25 mm

Area branding lebih luas

Terlihat lebih besar saat dipakai

Kalau panitia masih bingung memilih ukuran, 20 mm adalah pilihan yang paling aman.

Pilih Aksesori yang Memang Nyaman Digunakan Setelah Event

Kalau targetnya hanya dipakai sehari, mungkin aksesori apa pun terasa cukup.

Tetapi kalau targetnya adalah dipakai kembali untuk berbagai kegiatan organisasi, maka kenyamanan mulai menjadi faktor penting.

Bayangkan lanyard itu nanti digunakan saat rapat bulanan, kerja bakti, atau menjadi panitia acara lainnya. Tentu akan lebih nyaman jika aksesori yang digunakan juga berkualitas.

Rekomendasi yang menurut saya paling seimbang adalah:

Komponen

Rekomendasi

Bahan

Polyester Tissue

Printing

Sublimasi Full Color

Hook

J Hook atau Oval Hook

Stopper

Ya, gunakan Quick Release

Holder

Soft PVC Transparan

Lebar

20 mm

Konfigurasi ini bukan hanya nyaman digunakan selama perayaan HUT RI, tetapi juga tetap layak dipakai pada berbagai kegiatan organisasi setelah acara selesai.

Checklist Sebelum Desain Masuk Produksi

Sebelum desain dikirim ke vendor, lakukan pengecekan sederhana berikut.

  • ✅ Nama organisasi lebih dominan daripada nama acara.

  • ✅ Logo HUT RI tidak memenuhi seluruh lanyard.

  • ✅ Tahun acara tidak dicetak terlalu besar.

  • ✅ Warna tetap cocok digunakan setelah bulan Agustus.

  • ✅ Pattern tidak terlalu spesifik.

  • ✅ Font mudah dibaca.

  • ✅ Lebar lanyard sudah sesuai kebutuhan.

  • ✅ Aksesori dipilih untuk penggunaan jangka panjang.

Checklist sederhana ini sering kali mampu menghindarkan panitia dari penyesalan setelah acara selesai.

Studi Kasus, Mana Desain Lanyard yang Lebih Layak Dipakai Setelah Acara?

Sampai di sini mungkin muncul pertanyaan, "Oke, saya paham konsepnya. Tapi kalau benar-benar mau mendesain lanyard panitia 17 Agustus, seperti apa contoh desain yang bagus?"

Nah, bagian ini yang menurut saya paling penting. Karena teori tanpa contoh sering kali masih membingungkan. Saya akan coba memberikan beberapa studi kasus berdasarkan jenis penyelenggara acara. Tujuannya bukan untuk mengatakan bahwa satu desain pasti benar dan yang lain salah, tetapi agar Anda memiliki gambaran bagaimana membuat lanyard yang tetap relevan setelah acara selesai.

Kalau diperhatikan, perbedaannya sebenarnya bukan pada warna atau bahan, melainkan pada cara menentukan identitas utama. Organisasi yang sejak awal menjadikan nama organisasinya sebagai fokus, hampir selalu memiliki lanyard yang bisa digunakan kembali. Sebaliknya, organisasi yang terlalu fokus pada nama acara biasanya harus mencetak ulang setiap tahun.

Studi Kasus 1: Karang Taruna

Karang Taruna merupakan organisasi yang paling sering mengadakan kegiatan sepanjang tahun. Setelah perayaan 17 Agustus biasanya masih ada kerja bakti, donor darah, peringatan Hari Sumpah Pemuda, Maulid Nabi, bakti sosial, hingga berbagai kegiatan kepemudaan lainnya.

Kalau lanyard hanya dirancang untuk satu acara, praktis setiap kegiatan tersebut harus membuat lanyard baru. Padahal sebenarnya cukup satu desain yang fleksibel.

Desain yang kurang direkomendasikan

  • Tulisan PANITIA HUT RI KE-81 memenuhi seluruh lanyard.

  • Logo HUT RI lebih besar daripada logo Karang Taruna.

  • Tahun pelaksanaan diulang berkali-kali.

  • Tidak ada identitas organisasi.

Desain yang lebih direkomendasikan

  • Logo Karang Taruna menjadi identitas utama.

  • Nama Karang Taruna dicetak berulang sepanjang tali.

  • Logo HUT RI ditempatkan sebagai aksen.

  • Motif merah putih digunakan sebagai elemen visual.

Dengan konsep seperti ini, setelah Agustus selesai lanyard masih tetap cocok digunakan saat rapat maupun kegiatan sosial lainnya.

Studi Kasus 2: Panitia RT atau RW

Panitia tingkat RT maupun RW biasanya memiliki anggaran yang terbatas. Karena itu, setiap perlengkapan yang bisa digunakan kembali akan sangat membantu menghemat biaya kegiatan tahun berikutnya.

Sayangnya, banyak panitia justru mencetak lanyard dengan desain yang sangat spesifik untuk satu tahun penyelenggaraan. Akibatnya, tahun depan mereka kembali memesan dari awal.

Padahal akan jauh lebih hemat jika identitas RT atau RW dijadikan fokus utama.

Sebagai contoh:

Kurang Efisien

Lebih Efisien

PANITIA HUT RI 2026 RW 05

RW 05 Desa Sukamaju

Tahun dicetak besar

Tahun cukup sebagai informasi kecil

Logo HUT RI dominan

Logo RW lebih dominan

Perubahan kecil seperti ini membuat lanyard tetap memiliki nuansa kemerdekaan, tetapi tidak kehilangan fungsi pada kegiatan warga berikutnya.

Studi Kasus 3: Sekolah

Sekolah hampir setiap bulan memiliki kegiatan. Ada MPLS, class meeting, lomba antar kelas, peringatan Hari Guru, kegiatan Pramuka, hingga berbagai kepanitiaan lainnya.

Kalau setiap kegiatan harus membuat lanyard baru, tentu anggarannya menjadi cukup besar.

Karena itu, sekolah lebih cocok menggunakan konsep identitas sekolah sebagai elemen utama.

Misalnya:

  • Logo sekolah.

  • Nama OSIS.

  • Nama MPK.

  • Warna identitas sekolah.

Sedangkan elemen HUT RI cukup menjadi aksen desain.

Keuntungan pendekatan ini adalah lanyard masih dapat digunakan untuk seluruh kegiatan sekolah sepanjang tahun.

 

Studi Kasus 4: Perusahaan

Banyak perusahaan juga mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.

Biasanya panitia berasal dari HRD atau General Affair. Setelah acara selesai, mereka masih memiliki banyak kegiatan internal seperti gathering, pelatihan, seminar, maupun family gathering.

Kalau lanyard didesain terlalu spesifik untuk 17 Agustus, tentu akan sayang jika hanya digunakan satu hari.

Sebaliknya, jika identitas perusahaan lebih dominan, lanyard tersebut masih dapat digunakan pada berbagai kegiatan internal berikutnya.

Jangan Lupa, Lanyard yang Baik Juga Harus Nyaman Dipakai

Desain memang penting, tetapi jangan sampai melupakan kenyamanan.

Percuma desainnya bagus kalau setelah dipakai beberapa jam terasa tidak nyaman di leher. Atau lebih parah lagi, hook mudah berkarat dan holder cepat pecah.

Kalau targetnya adalah penggunaan berulang, sebaiknya spesifikasi produk juga dipilih dengan mempertimbangkan umur pakainya.

Berikut spesifikasi yang menurut saya paling ideal.

Komponen

Rekomendasi

Bahan

Polyester Tissue Premium

Lebar

20 mm

Printing

Sublimasi Full Color

Hook

J Hook atau Oval Hook

Stopper

Quick Release

Holder

Soft PVC Transparan

Spesifikasi tersebut cukup seimbang antara kenyamanan, daya tahan, dan biaya produksi sehingga cocok digunakan oleh sebagian besar panitia.

Checklist Sebelum Lanyard Dicetak

Supaya lebih mudah saat proses approval desain, berikut checklist yang bisa digunakan oleh panitia.

Desain

  • □ Nama organisasi menjadi identitas utama.

  • □ Logo organisasi lebih dominan daripada logo acara.

  • □ Tahun acara tidak dicetak terlalu besar.

  • □ Warna masih cocok digunakan setelah bulan Agustus.

  • □ Pattern tidak terlalu ramai.

Spesifikasi

  • □ Menggunakan bahan polyester tissue.

  • □ Lebar lanyard 20 mm.

  • □ Menggunakan printing sublimasi.

  • □ Menggunakan J Hook atau Oval Hook.

  • □ Menggunakan stopper (quick release).

  • □ Holder menggunakan Soft PVC.

Checklist sederhana ini sering kali menjadi pembeda antara lanyard yang hanya bertahan satu hari dengan lanyard yang masih digunakan bertahun-tahun.

FAQ

Apakah lanyard panitia harus selalu menggunakan warna merah putih?

Tidak harus. Warna merah putih tetap bisa menjadi identitas utama, tetapi dapat dipadukan dengan warna lain seperti navy, hitam, atau abu-abu agar tampil lebih elegan dan mudah digunakan kembali setelah acara selesai.

Apakah logo HUT RI wajib dicetak besar?

Tidak. Justru lebih baik jika logo HUT RI digunakan sebagai elemen pendukung, sedangkan identitas organisasi menjadi fokus utama desain.

Ukuran lanyard berapa yang paling direkomendasikan?

Untuk sebagian besar kebutuhan panitia, ukuran 20 mm merupakan pilihan yang paling seimbang karena nyaman digunakan sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk logo dan tulisan.

Apakah stopper perlu digunakan?

Ya. Stopper atau quick release membuat ID card lebih mudah dilepas tanpa harus membuka lanyard dari leher. Fitur ini sangat membantu ketika panitia sering melakukan registrasi atau pemeriksaan identitas.

Bahan apa yang paling cocok untuk lanyard panitia?

Polyester tissue menjadi salah satu pilihan terbaik karena nyaman digunakan, hasil printing full color lebih tajam, dan cukup awet untuk digunakan kembali pada kegiatan berikutnya.

Berapa minimal pemesanan lanyard panitia?

Di Indolanyard, pemesanan lanyard custom dapat dilakukan mulai 50 pcs, sehingga cocok untuk kebutuhan panitia RT, RW, Karang Taruna, sekolah, hingga perusahaan.

Konsultasikan Desain Lanyard Panitia Bersama Indolanyard

Kalau Anda sedang mempersiapkan pengadaan lanyard untuk panitia HUT 17 Agustus, jangan hanya memikirkan tampilannya saat hari acara. Rancanglah desain yang tetap relevan untuk kegiatan organisasi berikutnya agar investasi yang dikeluarkan memberikan manfaat lebih panjang.

Tim Indolanyard siap membantu mulai dari penyusunan konsep desain, pemilihan bahan polyester tissue, rekomendasi ukuran, hingga pemilihan hook, stopper, dan holder yang sesuai dengan kebutuhan panitia. Dengan begitu, lanyard yang Anda pesan bukan hanya menjadi identitas saat perayaan kemerdekaan, tetapi juga aset organisasi yang dapat terus digunakan pada berbagai kegiatan setelahnya.

Kategori: Pengetahuan

Butuh Produk Custom?

Konsultasikan kebutuhan lanyard dan merchandise Anda bersama tim kami. Gratis desain!

Artikel Terkait