Tekan Enter untuk mencari
Panduan Lanyard

Panduan Ukuran Lanyard Standar untuk Desain dan Proses Cetak

Masih bingung menentukan ukuran lanyard? Indolanyard siap membantu memilih ukuran, menyiapkan artwork, dan memastikan desain siap diproduksi dengan hasil yang rapi.

14 menit baca
Panduan Ukuran Lanyard Standar untuk Desain dan Proses Cetak

Banyak Desain Lanyard Terlihat Bagus di Komputer, tetapi Gagal Saat Dicetak

Kalau Anda baru pertama kali membuat desain lanyard, ada satu kesalahan yang hampir selalu terjadi. Desain yang di layar komputer terlihat rapi, logo sudah pas di tengah, warna sesuai identitas perusahaan, bahkan tulisan sudah terbaca dengan jelas. Namun begitu hasil cetaknya datang dari vendor, ternyata ada bagian logo yang terpotong, tulisan terlalu mepet dengan stopper, atau bahkan ada elemen desain yang hilang karena tertutup jahitan.

Biasanya orang langsung berpikir bahwa hasil cetaknya kurang bagus atau mesin produksinya bermasalah. Padahal dalam banyak kasus, masalah tersebut justru berawal dari file desain yang dibuat tanpa memahami bagaimana proses produksi lanyard bekerja.

Lanyard bukan media cetak datar seperti brosur atau kartu nama. Setelah dicetak, kain masih harus melalui beberapa tahapan produksi seperti pemotongan, pelipatan, pemasangan hook, pemasangan stopper, hingga proses penjahitan. Artinya, ada beberapa area pada lanyard yang memang tidak bisa diperlakukan sama seperti bagian tengah.

Inilah alasan mengapa memahami ukuran lanyard menjadi sangat penting. Bukan hanya mengetahui lebarnya 15 mm atau 20 mm, tetapi juga memahami area mana yang aman untuk menempatkan logo, tulisan, maupun elemen desain lainnya.

Kalau sejak awal file desain sudah dibuat dengan mempertimbangkan proses produksi, hasil cetak biasanya jauh lebih rapi dan sesuai dengan ekspektasi.

 

Memahami Ukuran Lanyard Tidak Cukup Hanya Mengetahui Lebarnya

Ketika seseorang bertanya mengenai ukuran lanyard, jawaban yang paling sering diberikan biasanya hanya:

  • 15 mm

  • 20 mm

  • 25 mm

Jawaban tersebut memang tidak salah. Ketiga ukuran tersebut memang menjadi ukuran yang paling umum digunakan pada lanyard custom.

Namun sebenarnya, ukuran lanyard jauh lebih kompleks daripada sekadar angka tersebut.

Sebagai contoh, dua perusahaan sama-sama memesan lanyard berukuran 20 mm. Yang satu hasilnya terlihat profesional, sedangkan yang satu lagi terasa penuh dan sulit dibaca.

Mengapa bisa begitu?

Karena ukuran hanyalah salah satu faktor. Masih ada beberapa hal lain yang ikut menentukan hasil akhirnya, seperti:

  • panjang lanyard,

  • area jahitan,

  • posisi stopper,

  • ukuran logo,

  • jarak antar logo,

  • pola pengulangan desain (repeat pattern),

  • hingga ukuran tulisan.

Artinya, menggunakan ukuran yang sama belum tentu menghasilkan desain yang sama baiknya.

Kalau saya boleh memberi satu saran kepada desainer yang baru pertama kali membuat artwork lanyard, jangan langsung membuka software desain dan mulai meletakkan logo. Pahami dulu media yang akan dicetak. Dengan begitu, proses mendesain akan jauh lebih mudah dan kemungkinan revisi juga lebih sedikit.

 

Lebar Lanyard yang Paling Umum Digunakan

Sekarang kita masuk ke ukuran yang paling sering digunakan di industri lanyard.

Secara umum, ada tiga ukuran yang menjadi standar untuk sebagian besar kebutuhan perusahaan, sekolah, kampus, maupun event.

Masing-masing memiliki kelebihan dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan hanya mengikuti tren.

Berikut gambaran sederhananya.

Lebar Lanyard

Penggunaan yang Umum

Karakteristik

15 mm (1,5 cm)

Sekolah, komunitas, event kecil

Ringan, sederhana, ruang desain terbatas

20 mm (2 cm)

Perusahaan, seminar, instansi, rumah sakit

Paling seimbang antara kenyamanan dan area branding

25 mm (2,5 cm)

Event besar, sponsor banyak, logo besar

Area desain lebih luas dan lebih mencolok

Kalau diperhatikan, ukuran 20 mm menjadi pilihan yang paling sering digunakan. Alasannya cukup sederhana. Lebar ini masih nyaman dipakai seharian, tetapi memberikan ruang yang cukup untuk menampilkan logo perusahaan dan tulisan agar tetap mudah dibaca.

Sebaliknya, ukuran 15 mm biasanya dipilih ketika mengutamakan kesederhanaan atau ingin membuat lanyard yang lebih ringan.

Sementara ukuran 25 mm lebih cocok ketika desain membutuhkan area yang lebih luas, misalnya karena terdapat beberapa logo sponsor atau identitas organisasi yang ingin ditampilkan dengan ukuran lebih besar.

 

Panjang Lanyard Standar, Mengapa Umumnya Berkisar 85–90 cm?

Selain lebar, panjang lanyard juga sering menjadi pertanyaan.

Tidak sedikit pelanggan yang meminta panjang tertentu karena khawatir ID card menggantung terlalu rendah atau justru terlalu tinggi.

Padahal sebagian besar vendor sebenarnya sudah memiliki ukuran standar yang telah disesuaikan dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Secara umum, panjang lanyard berada di kisaran 85 cm hingga 90 cm. Ukuran tersebut dihitung dari keseluruhan tali sebelum dirakit menjadi lanyard siap pakai.

Setelah dipasang hook, stopper, dan dijahit, posisi ID card biasanya akan berada di sekitar dada bagian tengah. Posisi ini dianggap paling nyaman karena kartu masih mudah dijangkau ketika digunakan untuk absensi, membuka pintu akses, atau ditunjukkan kepada petugas keamanan.

Walaupun demikian, panjang tersebut bukan ukuran yang benar-benar mutlak. Untuk kebutuhan tertentu, panjang lanyard dapat disesuaikan.

Sebagai contoh:

Pengguna

Rekomendasi

Karyawan kantor

Panjang standar

Seminar

Panjang standar

Sekolah

Panjang standar

Anak-anak

Bisa dibuat lebih pendek

Kebutuhan khusus

Menyesuaikan permintaan

Yang terpenting, perubahan panjang sebaiknya tetap mempertimbangkan kenyamanan pengguna dan posisi kartu ketika dikenakan.

 

Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Menentukan Ukuran

Menariknya, setelah bertahun-tahun membantu proses produksi lanyard, saya melihat bahwa masalah terbesar justru bukan pada ukuran yang dipilih.

Masalahnya adalah desainer tidak menyesuaikan isi desain dengan ukuran lanyard.

Sebagai contoh, banyak orang menggunakan ukuran 15 mm tetapi memasukkan logo yang terlalu besar, tulisan yang terlalu panjang, bahkan beberapa logo sekaligus. Hasilnya, seluruh desain terlihat sesak dan sulit dibaca.

Sebaliknya, ada juga yang menggunakan ukuran 25 mm tetapi hanya meletakkan satu logo kecil di tengah. Akibatnya ruang desain yang luas justru tidak dimanfaatkan secara optimal.

Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi.

Hindari Kesalahan Berikut

  • Memilih ukuran hanya karena mengikuti desain milik orang lain.

  • Menggunakan ukuran 15 mm untuk desain dengan banyak logo.

  • Menempatkan tulisan terlalu panjang pada lanyard sempit.

  • Tidak mempertimbangkan ukuran font.

  • Tidak memperhitungkan area jahitan dan stopper.

  • Menganggap seluruh permukaan lanyard dapat dicetak.

Kalau salah satu kesalahan tersebut terjadi, biasanya hasil cetak akan tetap terlihat kurang maksimal meskipun kualitas mesin printing sangat baik.

 

Memilih Ukuran yang Tepat Harus Dimulai dari Kebutuhannya

Kalau ada pelanggan yang bertanya kepada saya,

"Mas, lebih bagus pakai ukuran 20 mm atau 25 mm?"

Saya hampir tidak pernah langsung menjawab.

Saya justru akan balik bertanya.

  • Lanyard ini untuk siapa?

  • Dipakai setiap hari atau hanya saat event?

  • Berapa banyak logo yang akan dicetak?

  • Apakah ada sponsor?

  • Apakah tulisan perlu terbaca dari jauh?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih menentukan daripada sekadar memilih angka 20 atau 25 mm.

Karena pada akhirnya, ukuran yang paling baik bukanlah ukuran yang paling lebar atau paling sempit, tetapi ukuran yang paling sesuai dengan fungsi lanyard itu sendiri.

Safe Zone, Area yang Paling Sering Dilupakan Saat Mendesain Lanyard

Kalau saya boleh menyebut satu penyebab terbesar mengapa hasil cetak lanyard sering mengecewakan, jawabannya bukan karena mesin printing atau kualitas bahan. Justru penyebab yang paling sering adalah desain dibuat tanpa memperhatikan safe zone.

Masih banyak desainer yang menganggap seluruh permukaan lanyard bisa diisi logo, tulisan, atau elemen grafis. Akibatnya, ketika proses produksi selesai, sebagian desain tertutup jahitan, terpotong saat pemasangan stopper, atau bahkan hilang karena tertutup lipatan kain.

Padahal kondisi tersebut sebenarnya sangat mudah dihindari.

Sebelum mulai mendesain, bayangkan dulu bagaimana sebuah lanyard diproduksi. Setelah kain selesai dicetak, masih ada proses pemotongan, pemasangan hook, pemasangan stopper, pelipatan ujung kain, lalu dijahit agar seluruh aksesori menyatu dengan kuat.

Artinya, ada beberapa bagian yang memang tidak aman untuk ditempatkan logo maupun informasi penting.

Itulah yang disebut safe zone.

 

Mengapa Area Jahitan Tidak Boleh Diisi Logo?

Banyak orang baru mengetahui hal ini setelah menerima hasil produksi.

Logo perusahaan yang tadinya terlihat sempurna di layar komputer ternyata sebagian hilang karena tertutup jahitan. Bahkan ada juga tulisan yang akhirnya tidak bisa dibaca karena tepat berada di area lipatan kain.

Masalah seperti ini hampir selalu terjadi karena desainer tidak mengetahui bahwa ujung lanyard akan dilipat sebelum dijahit.

Kalau diperhatikan pada lanyard yang sudah jadi, bagian ujung kanan dan kiri memang tidak terlihat lagi karena tertutup sambungan aksesori. Oleh sebab itu, area tersebut sebaiknya dianggap sebagai area kerja produksi, bukan area desain.

Sebagai panduan umum, sisakan ruang kosong sekitar 1–2 cm di setiap ujung lanyard.

Area tersebut jangan diisi:

  • Logo perusahaan.

  • QR Code.

  • Barcode.

  • Nomor telepon.

  • Website.

  • Tulisan penting.

  • Nomor seri.

Dengan memberikan ruang kosong, proses jahit dapat dilakukan tanpa mengganggu elemen utama pada desain.

 

Safe Zone Bukan Hanya di Ujung Lanyard

Kesalahan berikutnya adalah menganggap safe zone hanya berada di bagian jahitan.

Padahal pada lanyard yang menggunakan aksesori tambahan seperti stopper, quick release, maupun buckle, terdapat beberapa area lain yang juga perlu diperhatikan.

Misalnya, ketika stopper dipasang di bagian tengah lanyard, sebagian motif akan tertutup oleh komponen tersebut. Kalau kebetulan logo perusahaan berada tepat di bawah stopper, maka hasil akhirnya tentu kurang menarik.

Begitu juga ketika menggunakan quick release. Area di sekitar sambungan sebaiknya tidak diisi elemen desain yang terlalu penting.

Sebagai gambaran sederhana:

Area Lanyard

Aman untuk Logo?

Bagian Tengah

✅ Sangat Aman

Area Jahitan

❌ Tidak Disarankan

Area Stopper

❌ Tidak Disarankan

Area Quick Release

❌ Tidak Disarankan

Area Hook

❌ Hindari Informasi Penting

Kalau desain dibuat dengan mempertimbangkan posisi aksesori sejak awal, hasil akhirnya akan terlihat jauh lebih rapi.

 

Repeat Pattern, Rahasia agar Lanyard Tetap Terlihat Rapi

Salah satu keunikan lanyard dibanding media cetak lain adalah desainnya dicetak secara memanjang.

Karena itu, sebagian besar artwork menggunakan pola repeat pattern, yaitu pengulangan logo atau identitas organisasi secara berkala di sepanjang tali.

Masalahnya, masih banyak desain yang mengulang logo tanpa memperhatikan jarak antar elemen. Akibatnya hasil cetak terlihat terlalu penuh atau justru terlalu kosong.

Kalau menurut saya, prinsipnya sederhana.

Jangan membuat orang harus mencari logo perusahaan.

Tetapi jangan juga membuat logo muncul setiap beberapa sentimeter sehingga desain terasa sesak.

Idealnya, pengulangan dilakukan secara konsisten dengan jarak yang sama sepanjang lanyard.

Sebagai contoh:

Kurang Direkomendasikan

LOGO LOGO LOGO LOGO LOGO LOGO

Terlalu rapat.


Kurang Efektif

LOGO..............................LOGO

Terlalu jauh.

 

Lebih Direkomendasikan

LOGO —— Nama Perusahaan —— LOGO —— Nama Perusahaan

Pengulangan seperti ini membuat desain tetap seimbang dan mudah dikenali.

 

Berapa Ukuran Logo yang Ideal?

Ini juga menjadi pertanyaan yang cukup sering muncul.

Jawabannya sebenarnya tidak bisa hanya berdasarkan ukuran dalam milimeter, tetapi juga harus melihat lebar lanyard yang digunakan.

Sebagai contoh, logo yang terlihat pas pada lanyard 25 mm belum tentu cocok jika dipindahkan ke lanyard 15 mm.

Karena itu, ukuran logo sebaiknya mengikuti proporsi media cetaknya.

Berikut panduan sederhana.

Lebar Lanyard

Ukuran Logo

15 mm

Kecil hingga sedang

20 mm

Sedang (paling ideal)

25 mm

Sedang hingga besar

Yang perlu dihindari adalah memaksakan logo berukuran besar pada lanyard yang sempit. Selain membuat desain terlihat penuh, detail kecil pada logo juga bisa menjadi kurang jelas ketika dicetak

Ukuran Tulisan yang Nyaman Dibaca

Selain logo, tulisan juga sering menjadi masalah.

Banyak perusahaan ingin memasukkan terlalu banyak informasi ke dalam lanyard. Mulai dari nama perusahaan, slogan, alamat website, nomor telepon, hingga media sosial.

Akibatnya ukuran font menjadi sangat kecil agar semuanya muat.

Padahal fungsi utama tulisan pada lanyard adalah memperkuat identitas perusahaan, bukan menjadi media untuk menyampaikan seluruh informasi perusahaan.

Kalau menurut saya, cukup tampilkan informasi yang benar-benar penting.

Misalnya:

  • Nama perusahaan.

  • Website.

  • Slogan singkat.

Sedangkan informasi lain lebih baik disampaikan melalui media promosi yang memang memiliki ruang lebih luas.

Semakin sederhana isi desain, biasanya hasil akhirnya justru terlihat lebih profesional.

 

Format File yang Sebaiknya Dikirim ke Vendor

Selain ukuran, kualitas file juga sangat menentukan hasil cetak.

Masih banyak pelanggan yang mengirim desain dalam bentuk screenshot dari WhatsApp, hasil unduhan media sosial, atau gambar dengan resolusi rendah.

Padahal file seperti itu sering kali tidak cukup baik untuk kebutuhan produksi.

Supaya proses berjalan lebih lancar, sebaiknya siapkan file dengan spesifikasi berikut.

Kebutuhan

Rekomendasi

Format utama

AI, PDF, EPS

Alternatif

CDR

Gambar

Resolusi tinggi (300 dpi)

Logo

Vector

Warna

CMYK bila memungkinkan

Font

Diubah menjadi outline

Dengan file yang lebih siap produksi, vendor juga dapat memproses desain lebih cepat dan mengurangi kemungkinan revisi.

 

Checklist Sebelum Mengirim File Desain

Sebelum artwork dikirim ke vendor, lakukan pengecekan sederhana berikut.

Layout

  • □ Ukuran lanyard sudah sesuai.

  • □ Logo berada di area aman.

  • □ Tidak ada tulisan penting di area jahitan.

  • □ Posisi stopper sudah diperhitungkan.

  • □ Repeat pattern sudah konsisten.

File

  • □ Logo menggunakan format vector.

  • □ Font sudah di-outline.

  • □ Resolusi gambar cukup tinggi.

  • □ Warna sudah sesuai identitas perusahaan.

  • □ File disimpan dalam format produksi.

Checklist ini terlihat sederhana, tetapi sangat membantu mengurangi revisi dan mempercepat proses produksi.

Studi Kasus, Lebar Lanyard Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Setelah memahami ukuran, safe zone, dan proses produksi, biasanya muncul satu pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan calon pelanggan.

"Kalau untuk kebutuhan saya, sebaiknya pilih ukuran yang mana?"

Jawabannya tentu tidak bisa disamakan untuk semua orang. Lebar lanyard sebaiknya ditentukan berdasarkan tujuan penggunaan, jumlah informasi yang ingin ditampilkan, dan siapa yang akan memakainya.

Supaya lebih mudah dipahami, mari kita lihat beberapa contoh kasus yang sering ditemui.

 

Studi Kasus 1: Lanyard 15 mm

Ukuran 15 mm (1,5 cm) cocok untuk desain yang sederhana dan tidak membutuhkan banyak elemen visual.

Misalnya, sebuah sekolah ingin membuat lanyard hanya dengan logo sekolah dan nama institusi. Karena informasi yang ditampilkan sedikit, area cetaknya masih cukup meskipun lebarnya lebih kecil.

Kelebihan ukuran ini adalah tampilannya ringan dan nyaman dipakai sehari-hari. Namun konsekuensinya, ruang desain juga menjadi lebih terbatas sehingga sebaiknya tidak digunakan untuk desain yang terlalu ramai.

Cocok untuk:

  • Sekolah

  • Komunitas

  • Organisasi kecil

  • Event dengan desain sederhana

 

Studi Kasus 2: Lanyard 20 mm

Kalau ada pelanggan yang benar-benar bingung menentukan ukuran, hampir selalu saya menyarankan 20 mm.

Mengapa?

Karena ukuran ini merupakan titik tengah yang paling seimbang. Area desain cukup luas untuk menampilkan logo perusahaan, tetapi tetap nyaman dipakai sepanjang hari.

Itulah sebabnya sebagian besar perusahaan, rumah sakit, instansi pemerintah, hingga penyelenggara seminar memilih ukuran ini sebagai standar.

Cocok untuk:

  • Perusahaan

  • Rumah sakit

  • Kampus

  • Seminar

  • Workshop

  • Event perusahaan

  • Identitas karyawan

Kalau tujuan Anda adalah membuat satu ukuran yang dapat digunakan untuk hampir semua kebutuhan, 20 mm merupakan pilihan paling aman.

 

Studi Kasus 3: Lanyard 25 mm

Ukuran 25 mm (2,5 cm) biasanya dipilih ketika area branding menjadi prioritas utama.

Misalnya pada event nasional yang memiliki banyak sponsor, atau perusahaan yang ingin logo dan identitasnya terlihat lebih menonjol.

Dengan area yang lebih luas, desainer memiliki ruang lebih besar untuk mengatur komposisi logo, tulisan, maupun pattern. Namun perlu diingat, ukuran ini juga terlihat lebih besar ketika dikenakan sehingga tidak semua orang merasa nyaman menggunakannya setiap hari.

Cocok untuk:

  • Event besar

  • Expo

  • Konferensi

  • Event sponsor

  • Branding perusahaan

 

Perbandingan Ketiga Ukuran Lanyard

Supaya lebih mudah menentukan pilihan, berikut ringkasan perbandingannya.

Ukuran

Kelebihan

Cocok Untuk

15 mm

Ringan dan sederhana

Sekolah, komunitas, event kecil

20 mm

Paling seimbang

Perusahaan, rumah sakit, seminar, kampus

25 mm

Area branding paling luas

Expo, konferensi, event sponsor

Kalau Anda masih ragu memilih, saya tetap menyarankan memulai dari 20 mm karena merupakan ukuran yang paling fleksibel untuk berbagai kebutuhan.

 

Tujuh Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mendesain Lanyard

Menariknya, sebagian besar revisi yang dilakukan vendor bukan karena desainnya jelek, tetapi karena file belum siap diproduksi.

Beberapa kesalahan bahkan terus berulang meskipun dibuat oleh orang yang sudah terbiasa menggunakan software desain.

Berikut beberapa kesalahan yang paling sering saya temui.

1. Logo terlalu dekat dengan jahitan

Akibatnya sebagian logo hilang setelah proses perakitan.

2. QR Code ditempatkan di dekat stopper

QR Code berisiko tertutup sehingga sulit dipindai.

3. Tulisan terlalu kecil

Di layar komputer terlihat jelas, tetapi setelah dicetak menjadi sulit dibaca.

4. Menggunakan gambar beresolusi rendah

Hasil cetak terlihat pecah atau kurang tajam.

5. Logo bukan file vector

Ketika diperbesar, kualitas logo menurun.

6. Repeat pattern tidak konsisten

Jarak antar logo berubah-ubah sehingga desain terlihat kurang rapi.

7. Tidak menyisakan safe zone

Ini adalah penyebab paling umum mengapa desain terlihat terpotong setelah produksi.

Kalau seluruh poin tersebut sudah diperhatikan, biasanya proses produksi berjalan jauh lebih lancar.

 

Checklist Final Sebelum Artwork Dikirim ke Vendor

Sebelum menekan tombol "Kirim", ada baiknya lakukan pengecekan terakhir.

Ukuran

  • □ Lebar lanyard sudah sesuai kebutuhan.

  • □ Panjang lanyard sudah dikonfirmasi.

  • □ Posisi logo sudah proporsional.

Layout

  • □ Safe zone sudah disisakan.

  • □ Tidak ada elemen penting di area jahitan.

  • □ Repeat pattern sudah konsisten.

  • □ Tulisan mudah dibaca.

File Produksi

  • □ Logo menggunakan file vector.

  • □ Font sudah diubah menjadi outline.

  • □ Resolusi gambar minimal 300 dpi.

  • □ Format file AI, PDF, EPS, atau CDR.

  • □ Warna sudah sesuai identitas perusahaan.

Checklist sederhana ini dapat mengurangi revisi, mempercepat proses approval, dan membantu vendor menghasilkan cetakan yang lebih sesuai dengan desain yang telah dibuat.

 

FAQ

Apakah ukuran 20 mm merupakan ukuran standar?

Ya. Untuk kebutuhan perusahaan, seminar, instansi, dan rumah sakit, ukuran 20 mm merupakan ukuran yang paling banyak digunakan karena memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan area desain.

 

Apakah ukuran 15 mm terlalu kecil?

Tidak. Selama desainnya sederhana dan tidak memuat terlalu banyak informasi, ukuran 15 mm tetap nyaman digunakan dan terlihat rapi.

 

Kapan sebaiknya menggunakan ukuran 25 mm?

Ukuran 25 mm cocok ketika area branding menjadi prioritas, misalnya pada event besar, konferensi, atau lanyard yang menampilkan beberapa logo sponsor.

 

Apa yang dimaksud safe zone?

Safe zone adalah area yang sebaiknya tidak diisi logo atau tulisan penting karena akan digunakan untuk proses jahitan, pemasangan stopper, atau aksesori lainnya.

 

Berapa panjang standar lanyard?

Secara umum panjang lanyard berada pada kisaran 85–90 cm sebelum proses perakitan. Ukuran ini dapat disesuaikan untuk kebutuhan tertentu.

 

Format file apa yang paling baik untuk produksi?

Format berbasis vector seperti AI, PDF, EPS, atau CDR lebih direkomendasikan karena memudahkan proses produksi dan menjaga kualitas hasil cetak.

Konsultasikan Artwork Lanyard Anda Sebelum Produksi

Tidak semua desainer memiliki pengalaman membuat file khusus untuk produksi lanyard. Jika Anda masih ragu mengenai ukuran, penempatan logo, safe zone, atau spesifikasi file, tim Indolanyard siap membantu melakukan pengecekan sebelum proses cetak dimulai.

Dengan persiapan artwork yang tepat, Anda tidak hanya mendapatkan hasil cetak yang lebih rapi, tetapi juga menghemat waktu karena mengurangi revisi di tahap produksi.

Butuh Produk Custom?

Konsultasikan kebutuhan lanyard dan merchandise Anda bersama tim kami. Gratis desain!

Artikel Terkait