Tekan Enter untuk mencari
Pengetahuan

Pesan Lanyard untuk Banyak Cabang, Satu PO atau Terpisah?

Pesan lanyard untuk beberapa kantor cabang lebih mudah jika kebutuhan, desain, dan PO direncanakan sejak awal. Simak sistem pengadaan lanyard multicabang.

Jilan Wuri
20 menit baca
Pesan Lanyard untuk Banyak Cabang, Satu PO atau Terpisah?

Memesan lanyard untuk satu kantor biasanya cukup sederhana. Jumlah kebutuhan dihitung, desain disiapkan, spesifikasi ditentukan, kemudian pesanan diteruskan ke vendor. Tetapi situasinya menjadi berbeda ketika lanyard harus disediakan untuk beberapa kantor cabang sekaligus.

Perusahaan yang memiliki banyak cabang mungkin membutuhkan ratusan hingga ribuan lanyard dalam satu periode pengadaan. Persoalannya bukan hanya menentukan berapa banyak lanyard yang harus dibuat, tetapi juga bagaimana kebutuhan setiap cabang dikumpulkan, siapa yang melakukan pemesanan, bagaimana desain distandarkan, dan apakah seluruh kebutuhan sebaiknya dimasukkan ke dalam satu PO atau dibuat terpisah.

Pertanyaan seperti ini cukup umum dalam pengadaan perlengkapan identitas perusahaan. Terutama ketika kantor pusat ingin menjaga agar lanyard yang digunakan seluruh karyawan tetap memiliki tampilan dan spesifikasi yang konsisten.

Mengapa Pemesanan Lanyard untuk Banyak Cabang Perlu Direncanakan?

Pemesanan lanyard dalam jumlah besar sebenarnya tidak sulit selama kebutuhan setiap lokasi sudah dipetakan sejak awal. Yang sering membuat proses menjadi rumit justru ketika setiap cabang memberikan informasi dengan format berbeda atau melakukan pemesanan sendiri-sendiri.

Misalnya kantor pusat menggunakan lanyard lebar 2 cm dengan logo perusahaan, sedangkan salah satu cabang memesan lanyard 2,5 cm karena menganggap ukurannya lebih mudah terlihat. Cabang lain mungkin menggunakan jenis kait yang berbeda. Secara individual setiap pesanan mungkin terlihat tidak bermasalah, tetapi ketika seluruh karyawan berkumpul dalam satu kegiatan perusahaan, perbedaan tersebut akan terlihat.

Karena itu, perusahaan multicabang biasanya perlu memisahkan dua hal:

standarisasi produk dan mekanisme pemesanan.

Standarisasi menentukan seperti apa lanyard yang digunakan. Mekanisme pemesanan menentukan bagaimana kebutuhan dari berbagai cabang dikumpulkan dan diproses.

Keduanya tidak harus menggunakan pendekatan yang sama.

Sebuah perusahaan dapat memiliki satu standar lanyard untuk seluruh cabang, tetapi jumlah yang dipesan setiap cabang berbeda.

Contoh Kebutuhan Perusahaan Multicabang

Misalnya sebuah perusahaan mempunyai lima kantor:

Kantor Perkiraan Kebutuhan
Kantor Pusat 500 pcs
Cabang Jakarta 300 pcs
Cabang Bandung 200 pcs
Cabang Semarang 150 pcs
Cabang Surabaya 250 pcs
Total 1.400 pcs

Dari contoh tersebut terlihat bahwa perusahaan tidak perlu membuat lima desain berbeda hanya karena memiliki lima lokasi.

Jika seluruh cabang menggunakan identitas corporate yang sama, satu master desain dapat digunakan untuk seluruh pesanan.

Yang berbeda hanyalah jumlah kebutuhan masing-masing lokasi.

Apa yang Dimaksud dengan Satu PO untuk Banyak Cabang?

Satu PO untuk beberapa kantor berarti kebutuhan lanyard dari berbagai cabang dikumpulkan terlebih dahulu oleh pihak yang menangani procurement, kemudian diajukan sebagai satu pengadaan kepada vendor.

Misalnya perusahaan membutuhkan total 1.400 lanyard. Kantor pusat mengumpulkan kebutuhan dari seluruh cabang, melakukan pengecekan jumlah, memastikan desain dan spesifikasi sudah sama, kemudian menerbitkan satu PO berdasarkan total kebutuhan tersebut.

Dalam sistem seperti ini, vendor menerima satu pekerjaan dengan rincian kebutuhan yang sudah dipecah berdasarkan lokasi.

Contohnya:

Lokasi Quantity Spesifikasi
Kantor Pusat 500 pcs Standar Corporate
Jakarta 300 pcs Standar Corporate
Bandung 200 pcs Standar Corporate
Semarang 150 pcs Standar Corporate
Surabaya 250 pcs Standar Corporate
Total 1.400 pcs Satu standar

Keuntungan dari pendekatan tersebut adalah perusahaan memiliki satu titik kontrol untuk desain dan spesifikasi.

Cabang tidak perlu melakukan negosiasi atau membuat brief baru kepada vendor masing-masing.

Mengapa Satu PO Bisa Menjadi Pilihan untuk Perusahaan Multicabang?

Salah satu alasan perusahaan memilih pemesanan terpusat adalah untuk menjaga konsistensi.

Lanyard bukan hanya perlengkapan untuk menggantungkan ID card. Pada banyak perusahaan, lanyard juga menjadi bagian dari identitas visual yang terlihat setiap hari oleh karyawan, tamu, pelanggan, maupun partner bisnis.

Jika setiap cabang melakukan pemesanan sendiri, ada kemungkinan terjadi perbedaan kecil pada spesifikasi.

Misalnya:

  • ukuran lanyard berbeda;

  • warna corporate sedikit berbeda;

  • posisi logo berubah;

  • jenis kait tidak sama;

  • material berbeda;

  • kualitas hasil cetak tidak konsisten.

Perbedaan tersebut mungkin tidak langsung terasa ketika hanya melihat satu cabang. Namun ketika perusahaan memiliki banyak lokasi, standar yang tidak seragam dapat menjadi masalah tersendiri.

Dengan satu master spesifikasi dan satu vendor, kontrol terhadap produk menjadi lebih sederhana.

Apakah Satu PO Berarti Semua Cabang Harus Mendapat Jumlah yang Sama?

Tidak.

Ini merupakan salah satu hal yang perlu dipahami ketika menyusun pengadaan lanyard multicabang.

Satu PO hanya berkaitan dengan mekanisme pengadaan, bukan berarti setiap cabang harus memperoleh quantity yang sama.

Kebutuhan setiap lokasi dapat dihitung berdasarkan jumlah karyawan, kebutuhan stok, tingkat pergantian karyawan, atau kebutuhan cadangan.

Misalnya:

Cabang Jumlah Karyawan Kebutuhan Lanyard
Jakarta 280 300 pcs
Bandung 185 200 pcs
Semarang 130 150 pcs
Surabaya 235 250 pcs
Yogyakarta 90 100 pcs

Dalam contoh tersebut, kebutuhan berbeda karena jumlah pengguna setiap cabang juga berbeda.

Seluruhnya tetap dapat dimasukkan ke dalam satu pengadaan selama perusahaan menggunakan standar produk yang sama.

Bagaimana Jika Setiap Cabang Memiliki Kebutuhan Berbeda?

Perbedaan kebutuhan tidak selalu berarti perusahaan harus membuat PO terpisah.

Justru lebih praktis apabila perbedaan tersebut dituangkan dalam breakdown kebutuhan cabang.

Misalnya kantor pusat sudah menetapkan bahwa seluruh lanyard menggunakan:

  • lebar 2 cm;

  • material yang sama;

  • desain corporate yang sama;

  • metode printing yang sama;

  • jenis kait yang sama.

Maka setiap cabang cukup memberikan data quantity dan kebutuhan pengguna.

Dengan sistem seperti ini, kantor pusat dapat membuat satu master order sekaligus daftar distribusi berdasarkan cabang.

Format Master Order Sederhana

No. Cabang Quantity PIC Catatan
1 Jakarta 300 Andi Karyawan aktif
2 Bandung 200 Rina Termasuk cadangan
3 Semarang 150 Budi Kebutuhan onboarding
4 Surabaya 250 Sinta Karyawan + stok
5 Yogyakarta 100 Dimas Kebutuhan reguler

Format seperti ini membantu procurement melihat keseluruhan kebutuhan sebelum pesanan dibuat.

Yang paling penting, data tersebut juga membuat perusahaan memiliki acuan apabila beberapa bulan kemudian membutuhkan pemesanan berikutnya.

Kapan PO Terpisah per Cabang Bisa Dipertimbangkan?

Meskipun pemesanan terpusat memiliki banyak manfaat, bukan berarti semua perusahaan harus menggunakan satu PO.

PO terpisah dapat dipertimbangkan apabila masing-masing cabang memang mempunyai sistem anggaran dan procurement sendiri.

Misalnya kantor pusat hanya menetapkan standar desain, sedangkan setiap cabang mempunyai:

  • anggaran operasional sendiri;

  • PIC procurement sendiri;

  • periode pengadaan berbeda;

  • jumlah kebutuhan berbeda;

  • otorisasi pembelian masing-masing.

Dalam kondisi tersebut, memaksakan seluruh kebutuhan masuk dalam satu PO mungkin justru membuat proses administrasi menjadi lebih rumit.

Yang penting adalah standar produknya tetap dapat dikontrol, meskipun proses pembeliannya dilakukan secara terpisah.

Dengan kata lain, perusahaan perlu membedakan antara:

siapa yang membeli

dan

seperti apa produk yang harus dibeli.

Keduanya merupakan persoalan yang berbeda.

Satu Vendor Tidak Selalu Berarti Satu PO

Hal lain yang sering disalahpahami adalah hubungan antara vendor dan PO.

Perusahaan dapat menggunakan satu vendor untuk seluruh cabang tetapi tetap membuat beberapa PO jika sistem procurement internal memang mengharuskannya.

Sebaliknya, perusahaan juga dapat membuat satu PO untuk kebutuhan banyak cabang apabila pengadaan dilakukan secara terpusat.

Jadi ada beberapa kemungkinan:

Vendor PO Sistem
Satu vendor Satu PO Pengadaan terpusat
Satu vendor Beberapa PO Pengadaan masing-masing cabang
Beberapa vendor Beberapa PO Pengadaan lokal
Satu vendor PO bertahap Pengadaan sesuai kebutuhan

Tidak ada satu format yang berlaku untuk semua perusahaan.

Yang perlu ditentukan terlebih dahulu adalah bagaimana sistem procurement perusahaan bekerja dan seberapa penting konsistensi produk antar-cabang.

Yang Perlu Dikumpulkan Sebelum Memesan

Sebelum mengirim pesanan ke vendor, kantor pusat sebaiknya meminta setiap cabang memberikan data dengan format yang sama.

Minimal mencakup:

Nama cabang

Jumlah lanyard

Jumlah karyawan

Kebutuhan cadangan

Nama PIC

Spesifikasi yang digunakan

Deadline kebutuhan

Jika terdapat variasi tertentu, variasi tersebut juga perlu dicatat sejak awal.

Jangan sampai vendor baru mengetahui adanya perbedaan kebutuhan ketika produksi sudah berjalan.

Dengan data yang dikumpulkan sejak awal, procurement dapat menentukan apakah seluruh kebutuhan dapat dibuat dalam satu batch atau perlu dibagi menjadi beberapa tahap produksi.

Jangan Membiarkan Setiap Cabang Membuat Spesifikasi Sendiri

Jika tujuan perusahaan adalah menjaga identitas corporate tetap konsisten, sebaiknya cabang tidak membuat spesifikasi lanyard dari awal.

Kantor pusat dapat menyediakan master specification yang berisi informasi dasar seperti ukuran, material, warna, desain, jenis printing, jenis kait, dan aksesori.

Cabang kemudian hanya mengisi bagian yang memang berbeda, misalnya jumlah kebutuhan.

Pendekatan ini membuat proses lebih sederhana.

Cabang tidak perlu bertanya kembali mengenai ukuran lanyard, warna, atau jenis kait setiap kali melakukan pemesanan.

Mereka cukup mengacu pada standar yang sudah ditetapkan perusahaan.

Bagaimana Menentukan Satu PO atau PO Terpisah?

Setelah kebutuhan seluruh cabang dikumpulkan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana pesanan tersebut diproses. Apakah kantor pusat sebaiknya membuat satu PO untuk seluruh kebutuhan, atau setiap cabang membuat PO sendiri?

Jawabannya bergantung pada struktur procurement perusahaan. Jumlah cabang saja tidak cukup untuk menentukan sistem yang digunakan. Perusahaan dengan 30 cabang bisa saja menggunakan satu PO terpusat, sementara perusahaan dengan 5 cabang memilih PO terpisah karena setiap lokasi mempunyai anggaran dan otorisasi pembelian sendiri.

Karena itu, keputusan sebaiknya melihat siapa yang mengendalikan pengadaan, bagaimana anggaran dikelola, dan seberapa penting perusahaan menjaga satu standar lanyard.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

Faktor Cenderung Satu PO Cenderung PO Terpisah
Procurement Terpusat Masing-masing cabang
Anggaran Pusat Per cabang
Desain Satu standar Bisa berbeda
Quantity Dikumpulkan Dipesan masing-masing
Approval Kantor pusat PIC cabang
Vendor Satu vendor Bisa berbeda
Waktu kebutuhan Bersamaan Berbeda
Kontrol brand Terpusat Perlu koordinasi tambahan

Dari tabel tersebut terlihat bahwa sistem PO bukan sekadar persoalan administratif. Cara perusahaan mengatur pengadaan akan berpengaruh pada bagaimana kebutuhan lanyard dikelola.

Kapan Satu PO Lebih Praktis?

Satu PO cenderung lebih praktis ketika perusahaan memang mempunyai procurement terpusat.

Misalnya seluruh cabang wajib menggunakan perlengkapan identitas yang ditentukan oleh kantor pusat. Setiap cabang hanya melaporkan jumlah kebutuhan kepada tim procurement pusat.

Dalam kondisi seperti ini, kantor pusat dapat menggabungkan seluruh kebutuhan menjadi satu pesanan.

Contohnya perusahaan mempunyai 12 cabang.

Masing-masing cabang mengirimkan data:

Cabang Kebutuhan
Cabang 01 150
Cabang 02 200
Cabang 03 125
Cabang 04 300
Cabang 05 175
Cabang 06 100
Cabang 07 225
Cabang 08 150
Cabang 09 250
Cabang 10 175
Cabang 11 100
Cabang 12 200

Procurement kemudian menggabungkan seluruh kebutuhan tersebut menjadi satu master order.

Dengan cara ini, perusahaan dapat melihat total kebutuhan sebelum pesanan diproses.

Mengapa Pengadaan Terpusat Memudahkan Standardisasi?

Ketika satu tim menangani seluruh pengadaan, perusahaan mempunyai satu titik kontrol terhadap spesifikasi.

Misalnya standar yang sudah ditetapkan adalah:

Lebar: 2 cm
Material: polyester
Printing: sublimation full color
Desain: corporate
Kait: standar
Aksesori: sesuai kebutuhan ID card

Seluruh cabang mengacu pada spesifikasi tersebut.

Apabila suatu hari perusahaan memperbarui desain logo atau identitas visual, perubahan tersebut juga dapat dilakukan melalui satu master artwork.

Ini jauh lebih mudah dibandingkan meminta banyak cabang memperbarui desain masing-masing.

Bagaimana Jika Setiap Cabang Memiliki Anggaran Sendiri?

Situasi ini cukup berbeda.

Misalnya perusahaan mempunyai 20 cabang dan setiap cabang memiliki budget operasional sendiri. Procurement pusat hanya menetapkan standar produk, sedangkan pembelian dilakukan oleh masing-masing cabang.

Dalam kondisi tersebut, PO terpisah dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai dengan sistem administrasi perusahaan.

Namun, bukan berarti cabang bebas membuat desain sendiri.

Kantor pusat masih dapat menyediakan:

  • master artwork;

  • standar ukuran;

  • standar material;

  • standar warna;

  • standar aksesori;

  • nama vendor yang direkomendasikan;

  • spesifikasi minimum.

Dengan demikian, pengadaan boleh terpisah, tetapi standar produk tetap dapat disatukan.

Bagaimana Jika Kebutuhan Cabang Tidak Muncul Bersamaan?

Tidak semua perusahaan melakukan pengadaan pada waktu yang sama.

Cabang Jakarta mungkin membutuhkan lanyard pada Januari, sementara cabang Surabaya baru membutuhkan tambahan pada Maret.

Dalam situasi seperti ini, memaksakan seluruh kebutuhan masuk dalam satu batch belum tentu praktis.

Perusahaan dapat menggunakan model pengadaan bertahap.

Misalnya:

Tahap 1

Kantor pusat + 5 cabang
Total 2.000 pcs

Tahap 2

7 cabang berikutnya
Total 1.500 pcs

Spesifikasi tetap mengacu pada master yang sama.

Dengan demikian, perusahaan tidak perlu membuat ulang standar produk setiap kali melakukan pemesanan.

Master Artwork Penting untuk Pesanan Multicabang

Salah satu hal yang sering terlihat sederhana tetapi sebenarnya penting adalah pengelolaan file desain.

Untuk perusahaan yang memiliki banyak cabang, sebaiknya hanya ada satu file yang dianggap sebagai master artwork.

Master tersebut menjadi acuan produksi.

Jika perusahaan menggunakan logo, warna corporate, atau elemen identitas tertentu, perubahan desain harus melalui proses approval yang jelas.

Misalnya:

Master Artwork v1.0

↓

Digunakan oleh seluruh cabang

↓

Perusahaan melakukan perubahan identitas

↓

Master Artwork v2.0

↓

Versi baru digunakan untuk pesanan berikutnya

Dengan sistem seperti ini, perusahaan dapat mengetahui desain mana yang digunakan pada setiap periode pengadaan.

Mengapa Versioning Desain Perlu Diperhatikan?

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki 25 cabang.

Salah satu cabang masih menyimpan file desain lama di komputer mereka. Ketika membutuhkan lanyard baru, file tersebut dikirimkan ke vendor.

Hasilnya mungkin terlihat hampir sama, tetapi logo atau warna sudah tidak sesuai dengan identitas terbaru.

Masalah seperti ini dapat dicegah dengan sistem versioning sederhana.

Contohnya:

LANYARD-CORPORATE-V1-2026

atau

LANYARD-CORPORATE-V2-2026

Nama file memang terlihat sederhana, tetapi membantu procurement mengetahui file mana yang menjadi acuan.

Satu Desain Tidak Berarti Semua Pesanan Harus Identik

Ada perusahaan yang membutuhkan variasi tertentu antar-cabang.

Misalnya kantor pusat menggunakan lanyard dengan identitas corporate yang sama, tetapi cabang tertentu membutuhkan tambahan kode lokasi.

Dalam kondisi tersebut, struktur desain dapat dibuat:

Elemen wajib

  • logo perusahaan;

  • warna corporate;

  • ukuran;

  • material;

  • jenis printing.

Elemen variabel

  • kode cabang;

  • nama unit;

  • kebutuhan tertentu yang sudah disetujui.

Dengan sistem seperti ini, variasi masih dapat dikontrol.

Perusahaan tidak perlu membiarkan setiap cabang mendesain lanyard sendiri.

Bagaimana Jika Cabang Memerlukan Tambahan Nama Lokasi?

Misalnya perusahaan mempunyai jaringan dealer atau kantor cabang di banyak kota.

Lanyard utama tetap menggunakan identitas perusahaan, tetapi perusahaan ingin menambahkan identitas unit tertentu.

Contohnya:

LOGO PERUSAHAAN

CABANG SEMARANG

Sementara cabang lain menggunakan:

LOGO PERUSAHAAN

CABANG SURABAYA

Jika variasi seperti ini memang diperlukan, sebaiknya dibuat sebagai bagian dari master sistem desain.

Dengan begitu, vendor mendapatkan file yang jelas dan procurement tetap memiliki kontrol terhadap seluruh versi.

Jangan Menggabungkan Semua Variasi Tanpa Data yang Jelas

Semakin banyak cabang, semakin besar kemungkinan terjadi kesalahan jika brief hanya diberikan dalam bentuk percakapan.

Misalnya:

"Untuk Jakarta 300, Bandung 200, Surabaya 250, nanti Semarang menyusul."

Format seperti ini berisiko menimbulkan salah pencatatan.

Lebih aman menggunakan tabel master.

Cabang Qty Desain Ukuran Kait Status
Jakarta 300 V2 2 cm Standar Approved
Bandung 200 V2 2 cm Standar Approved
Surabaya 250 V2 2 cm Standar Approved
Semarang 150 V2 2 cm Standar Pending

Tabel tersebut dapat menjadi acuan komunikasi antara procurement, cabang, dan vendor.

Bagaimana Menghitung Kebutuhan Lanyard Setiap Cabang?

Jumlah karyawan dapat menjadi titik awal, tetapi bukan satu-satunya faktor.

Perusahaan juga dapat mempertimbangkan:

  • karyawan baru;

  • pergantian karyawan;

  • lanyard rusak;

  • lanyard hilang;

  • stok cadangan;

  • kebutuhan sementara;

  • ekspansi jumlah karyawan.

Misalnya sebuah cabang memiliki 200 karyawan.

Perusahaan tidak harus memesan tepat 200 pcs jika selama periode tertentu diperkirakan ada kebutuhan tambahan.

Contoh sederhana:

200 karyawan

  •  

10 karyawan baru

10 pcs cadangan

=

220 pcs

Angka tersebut kemudian dapat disesuaikan dengan kebijakan internal perusahaan.

Apakah Perlu Menyimpan Stok di Kantor Pusat?

Untuk perusahaan dengan banyak cabang, stok cadangan di pusat dapat menjadi salah satu opsi pengelolaan.

Tujuannya bukan untuk menyimpan lanyard sebanyak mungkin, tetapi menyediakan buffer ketika kebutuhan mendadak muncul.

Misalnya salah satu cabang membutuhkan tambahan 30 pcs karena ada perekrutan karyawan baru.

Jika perusahaan memiliki stok pusat dengan spesifikasi yang sama, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi tanpa harus langsung membuat produksi baru.

Namun, jumlah buffer tetap perlu disesuaikan dengan pola penggunaan perusahaan.

Bagaimana dengan Repeat Order?

Repeat order menjadi lebih mudah apabila perusahaan memiliki master data yang lengkap.

Daripada mengirim brief dari awal setiap kali memesan, procurement dapat mengacu pada data sebelumnya:

Master artwork

Spesifikasi produk

Jenis aksesori

Vendor

Quantity terakhir

Riwayat pemesanan

Dengan dokumentasi tersebut, repeat order dapat menjadi proses yang lebih terstruktur.

Yang perlu diperbarui biasanya hanya jumlah kebutuhan dan cabang yang membutuhkan.

Satu Vendor untuk Banyak Cabang Memiliki Konsekuensi Positif pada Konsistensi

Menggunakan satu vendor untuk kebutuhan multicabang dapat membantu perusahaan menjaga standar produk, terutama jika lanyard merupakan bagian dari identitas corporate.

Namun, perusahaan tetap perlu memastikan vendor mampu memahami sistem pengadaan yang melibatkan banyak lokasi.

Vendor idealnya menerima brief yang jelas mengenai:

  • master desain;

  • spesifikasi;

  • total quantity;

  • breakdown per cabang;

  • PIC;

  • jadwal kebutuhan;

  • instruksi pengiriman sesuai sistem perusahaan.

Semakin jelas data tersebut, semakin kecil kemungkinan terjadi kesalahan interpretasi.

Contoh Skenario Perusahaan dengan 20 Cabang

Misalnya sebuah perusahaan memiliki 20 cabang dengan total 3.500 karyawan.

Setelah melakukan pendataan, kebutuhan lanyard adalah 3.800 pcs termasuk cadangan.

Perusahaan kemudian menetapkan:

Satu desain corporate

Ukuran 2 cm

Satu jenis kait

Satu standar material

Satu master artwork

Setiap cabang hanya mengirimkan quantity.

Procurement pusat kemudian membuat satu master order kepada vendor.

Dalam kondisi seperti ini, sistem satu PO dapat menyederhanakan pengelolaan karena perusahaan memiliki satu sumber data dan satu standar produksi.

Sebaliknya, jika setiap cabang memiliki anggaran dan jadwal procurement berbeda, perusahaan dapat menggunakan beberapa PO dengan tetap mengacu pada master specification yang sama.

Jadi, Apa yang Harus Diputuskan Terlebih Dahulu?

Sebelum bertanya kepada vendor mengenai harga, perusahaan sebaiknya menyelesaikan beberapa keputusan internal.

Pertama, tentukan apakah standar lanyard akan sama untuk seluruh cabang.

Kedua, tentukan siapa yang mengendalikan procurement.

Ketiga, kumpulkan kebutuhan masing-masing cabang.

Keempat, tentukan apakah anggaran dikelola pusat atau per cabang.

Kelima, tentukan apakah kebutuhan akan diproduksi sekaligus atau bertahap.

Baru setelah itu perusahaan dapat menentukan apakah model satu PO atau PO terpisah paling sesuai dengan sistem pengadaan internal.

Pada akhirnya, jumlah cabang bukan faktor utama yang menentukan sistem pemesanan.

Yang lebih penting adalah bagaimana perusahaan mengelola standar produk, anggaran, approval, dan kebutuhan setiap lokasi.

Jika semuanya terpusat, satu PO dapat menjadi pendekatan yang sederhana.

Jika pengadaan memang terdesentralisasi, PO terpisah tetap dapat digunakan selama perusahaan memiliki standar lanyard yang jelas.

Bagaimana Membuat Brief Lanyard untuk Banyak Kantor Cabang?

Setelah sistem pemesanan ditentukan, tahap berikutnya adalah membuat brief yang dapat dipahami oleh semua pihak. Ini penting terutama jika pesanan melibatkan kantor pusat, banyak cabang, bagian procurement, dan vendor.

Brief yang baik tidak harus rumit. Yang penting seluruh informasi utama berada dalam satu dokumen atau tabel sehingga tidak tersebar di banyak pesan, email, atau file berbeda.

Untuk perusahaan multicabang, sebaiknya brief dibagi menjadi dua bagian: spesifikasi produk dan breakdown kebutuhan setiap lokasi.

Spesifikasi produk menjelaskan seperti apa lanyard yang harus dibuat, sedangkan breakdown menjelaskan berapa banyak kebutuhan setiap cabang.

Contoh Master Brief

Komponen Spesifikasi
Produk Lanyard custom
Lebar 2 cm
Material Polyester
Printing Full color
Desain Master Corporate V2
Kait Standar
Holder Sesuai kebutuhan
Quantity total 3.800 pcs
Penggunaan Karyawan
Sistem pengadaan Terpusat

Kemudian dibuat tabel kedua untuk kebutuhan lokasi.

Cabang Quantity PIC Status
Jakarta 500 Andi Approved
Bandung 350 Rina Approved
Semarang 250 Budi Approved
Surabaya 400 Sinta Approved
Yogyakarta 200 Dimas Approved
Cabang lainnya 2.100 Masing-masing PIC Approved

Dengan pemisahan tersebut, vendor tidak perlu menebak mana informasi yang merupakan spesifikasi produk dan mana yang merupakan instruksi pembagian pesanan.

Tentukan Satu Master Spesifikasi

Perusahaan yang mempunyai banyak cabang sebaiknya memiliki satu dokumen yang menjadi acuan produk.

Dokumen tersebut dapat berisi:

  • ukuran lanyard;

  • material;

  • warna;

  • metode printing;

  • desain;

  • jenis kait;

  • stopper;

  • safety breakaway jika diperlukan;

  • holder;

  • detail finishing.

Tujuannya bukan sekadar membuat pekerjaan vendor lebih mudah.

Master specification juga berguna bagi perusahaan ketika melakukan repeat order beberapa bulan kemudian.

Jika PIC procurement berganti, orang baru tidak harus mencari informasi dari percakapan lama untuk mengetahui spesifikasi lanyard perusahaan.

Contoh Master Specification

Kode Produk: LNY-CORP-02

Lebar: 2 cm

Material: Polyester

Printing: Full color

Artwork: Corporate V2

Kait: Standar

Holder: PVC

Status: Approved

Kode internal seperti ini dapat membantu perusahaan mengurangi kesalahan ketika melakukan pengadaan berulang.

Buat Batas yang Jelas antara Spesifikasi Wajib dan Pilihan

Tidak semua bagian dari lanyard harus fleksibel.

Perusahaan dapat membagi spesifikasi menjadi dua kategori.

Spesifikasi Wajib

Contohnya:

  • ukuran 2 cm;

  • warna corporate;

  • logo resmi;

  • material tertentu;

  • metode printing tertentu;

  • jenis kait tertentu.

Spesifikasi yang Dapat Disesuaikan

Misalnya:

  • jumlah;

  • kebutuhan holder;

  • jumlah cadangan;

  • jadwal pemenuhan;

  • pembagian per cabang.

Pembagian ini membantu cabang memahami bagian mana yang boleh mereka tentukan sendiri dan bagian mana yang harus mengikuti standar pusat.

Bagaimana Jika Salah Satu Cabang Meminta Desain Berbeda?

Ini merupakan situasi yang cukup mungkin terjadi pada perusahaan multicabang.

Misalnya kantor pusat sudah menetapkan satu desain, tetapi sebuah cabang meminta tambahan tulisan nama unit.

Permintaan tersebut sebaiknya tidak langsung diteruskan ke produksi.

Pertama, tentukan apakah perubahan tersebut memang diperbolehkan dalam brand guideline perusahaan.

Jika diperbolehkan, variasi tersebut dapat dibuat sebagai versi resmi.

Misalnya:

Corporate V2

Corporate V2 — Jakarta

Corporate V2 — Bandung

Dengan sistem tersebut, variasi tetap berada dalam kontrol perusahaan.

Yang sebaiknya dihindari adalah setiap cabang mengubah file master sendiri lalu mengirimkannya langsung kepada vendor.

Approval Desain Sebaiknya Dilakukan Sebelum Produksi

Untuk pesanan besar, proses approval menjadi semakin penting.

Bayangkan perusahaan memesan 4.000 lanyard untuk 20 cabang.

Jika terdapat kesalahan pada desain dan baru diketahui setelah produksi selesai, dampaknya jauh lebih besar dibandingkan kesalahan pada pesanan 50 pcs.

Karena itu, alur sederhana dapat dibuat:

Master artwork

↓

Review Procurement

↓

Review Brand/Marketing

↓

Approval

↓

Produksi

Dengan begitu, vendor menerima file yang statusnya sudah jelas.

Pastikan Quantity Sudah Final Sebelum Produksi

Perubahan quantity sebenarnya dapat terjadi dalam pengadaan multicabang.

Satu cabang mungkin terlambat mengirim data. Cabang lain mungkin tiba-tiba menambah kebutuhan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya menetapkan cut-off date.

Contohnya:

Seluruh cabang wajib mengirim kebutuhan paling lambat 10 Oktober.

Setelah tanggal tersebut, procurement melakukan finalisasi.

Data yang sudah final kemudian digunakan untuk membuat PO dan production brief.

Cara sederhana seperti ini dapat mengurangi perubahan berulang ketika produksi sudah dipersiapkan.

Bagaimana Jika Ada Cabang yang Belum Memberikan Data?

Tidak semua cabang selalu memberikan data tepat waktu.

Dalam kondisi tersebut, procurement dapat memisahkan statusnya.

Cabang Quantity Status
Jakarta 500 Final
Bandung 300 Final
Surabaya 400 Final
Medan - Menunggu
Makassar - Menunggu

Dengan cara ini, tim pusat dapat melihat dengan jelas cabang mana yang sudah siap dan mana yang belum.

Jika produksi harus segera dimulai, perusahaan dapat menentukan apakah cabang yang terlambat akan masuk ke batch berikutnya.

Jangan Menyamakan Total Quantity dengan Distribusi

Ini penting terutama ketika perusahaan membuat satu PO dalam jumlah besar.

Misalnya total pesanan:

3.000 pcs

Angka tersebut tidak cukup menjadi informasi produksi.

Vendor juga membutuhkan breakdown jika produk akan dipisahkan berdasarkan lokasi.

Contohnya:

Lokasi Quantity
Pusat 500
Jakarta 400
Bandung 300
Semarang 250
Surabaya 350
Medan 200
Makassar 150
Cabang lain 850
Total 3.000

Dengan demikian, jumlah total dan kebutuhan setiap lokasi sama-sama jelas.

Pembahasan mengenai mekanisme pengiriman ke banyak lokasi dapat dipisahkan dari artikel ini karena fokus artikel adalah bagaimana pesanan direncanakan dan dikelola, bukan detail logistiknya.

Bagaimana Jika Perusahaan Memiliki Puluhan Cabang?

Semakin banyak cabang, semakin penting sistem dokumentasi.

Untuk perusahaan dengan 5 cabang, tabel sederhana mungkin sudah cukup.

Untuk 20–50 cabang, perusahaan dapat menggunakan spreadsheet master yang berisi:

  • nama cabang;

  • jumlah karyawan;

  • kebutuhan lanyard;

  • stok yang tersedia;

  • kebutuhan tambahan;

  • PIC;

  • status approval;

  • desain yang digunakan;

  • quantity final;

  • batch produksi.

Dengan data tersebut, procurement dapat mengetahui kebutuhan seluruh jaringan dalam satu tampilan.

Gunakan Data Pengadaan Sebelumnya untuk Repeat Order

Jika perusahaan melakukan pengadaan lanyard secara berkala, jangan membuang data pesanan sebelumnya setelah produksi selesai.

Data tersebut justru dapat menjadi dasar pengadaan berikutnya.

Misalnya:

Order Januari 2026

Total 3.500 pcs

Order Juli 2026

Total 3.800 pcs

Dari data tersebut, procurement dapat melihat perkembangan kebutuhan masing-masing cabang.

Cabang yang terus mengalami peningkatan kebutuhan dapat dipersiapkan lebih awal.

Cabang yang kebutuhannya relatif stabil juga dapat menggunakan pola pemesanan yang sama.

Dengan dokumentasi yang baik, repeat order tidak harus dimulai dari nol.

Kapan Perusahaan Sebaiknya Menggunakan Satu Vendor?

Menggunakan satu vendor untuk kebutuhan beberapa cabang dapat dipertimbangkan ketika perusahaan memprioritaskan konsistensi spesifikasi dan ingin menyederhanakan pengelolaan vendor.

Hal ini terutama relevan jika lanyard merupakan bagian dari identitas corporate yang harus terlihat seragam di berbagai lokasi.

Namun, perusahaan tetap perlu mengevaluasi kemampuan vendor dalam menangani:

  • quantity besar;

  • standar produk;

  • master artwork;

  • variasi quantity;

  • pengadaan berulang;

  • kebutuhan beberapa lokasi;

  • komunikasi dengan procurement pusat.

Jadi, bukan sekadar mencari vendor yang dapat membuat lanyard, tetapi mencari vendor yang mampu mengikuti sistem pengadaan perusahaan.

Checklist Sebelum Mengirim PO

Sebelum PO diterbitkan, procurement dapat melakukan pemeriksaan akhir.

Checklist Status
Master desain sudah final ☐
Ukuran lanyard sudah ditentukan ☐
Material sudah ditentukan ☐
Printing sudah ditentukan ☐
Jenis kait sudah ditentukan ☐
Holder sudah ditentukan ☐
Total quantity sudah final ☐
Quantity setiap cabang sudah final ☐
PIC setiap cabang sudah tercatat ☐
Deadline sudah disepakati ☐
Approval desain sudah selesai ☐
Vendor sudah menerima brief final ☐

Checklist ini terlihat sederhana, tetapi dapat membantu mencegah masalah yang muncul karena informasi tercecer.

Jadi, Lebih Baik Satu PO atau Terpisah?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perusahaan.

Jika perusahaan memiliki procurement terpusat, satu standar produk, dan kebutuhan beberapa cabang dapat dikumpulkan pada periode yang sama, satu PO dapat menjadi pilihan yang praktis.

Sebaliknya, jika setiap cabang mempunyai anggaran, otorisasi, atau jadwal pembelian sendiri, PO terpisah dapat tetap digunakan.

Yang perlu dijaga adalah standar produknya.

Perusahaan dapat memiliki:

Satu master desain

Satu master spesifikasi

Satu standar kualitas

tetapi menggunakan:

Satu PO atau beberapa PO

sesuai sistem procurement internal.

Dengan pendekatan tersebut, fleksibilitas pengadaan tetap terjaga tanpa mengorbankan konsistensi identitas perusahaan.

Pesan Lanyard untuk Banyak Cabang Tidak Harus Rumit

Pada akhirnya, pemesanan lanyard untuk beberapa kantor cabang bukan sekadar persoalan menghitung total pcs.

Ada tiga hal yang perlu dipisahkan sejak awal:

Pertama, standar produk.
Seperti apa lanyard yang harus digunakan seluruh perusahaan?

Kedua, kebutuhan lokasi.
Berapa jumlah yang dibutuhkan setiap cabang?

Ketiga, mekanisme procurement.
Apakah seluruh kebutuhan dikelola kantor pusat atau masing-masing cabang?

Setelah tiga hal tersebut jelas, keputusan antara satu PO dan PO terpisah menjadi jauh lebih mudah.

Untuk perusahaan dengan banyak cabang, pendekatan yang paling penting bukan selalu mencari sistem yang paling sederhana di atas kertas, tetapi membangun sistem yang mudah dikontrol, mudah diulang, dan tetap menjaga konsistensi produk di seluruh lokasi.

Dengan master desain, master spesifikasi, breakdown kebutuhan cabang, dan alur approval yang jelas, pengadaan lanyard dalam jumlah besar dapat dikelola sebagai satu sistem procurement, bukan sekadar kumpulan pesanan dari masing-masing kantor.

 

Kategori: Pengetahuan

Butuh Produk Custom?

Konsultasikan kebutuhan lanyard dan merchandise Anda bersama tim kami. Gratis desain!

Artikel Terkait